Pendidikan

Gubernur Khofifah Bangga Siswa Double Track di Jatim Bentuk 1.600 Kelompok Usaha Siswa, Pecahkan Rekor MURI!

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bangga atas pecahnya Rekor MURI oleh 1.600 Kelompok Usaha Siswa SMA Double Track Jatim. Ini bukti cetak wirausaha muda. (Maksimal 160 karakter)

Surabaya · Thursday, 09 October 2025 18:00 WITA · Dibaca: 49
Gubernur Khofifah Bangga Siswa Double Track di Jatim Bentuk 1.600 Kelompok Usaha Siswa, Pecahkan Rekor MURI!

Surabaya, JClarity – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa bangga yang luar biasa setelah Program SMA Double Track yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jatim berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Prestasi gemilang ini diraih berkat pembentukan 1.600 Kelompok Usaha Siswa (KUS) di berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jawa Timur.

Penghargaan MURI tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Khofifah dalam ajang Millennial Entrepreneur Awards (MEA) 2025 yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada Rabu, 8 Oktober 2025. Program ini dinobatkan sebagai pemrakarsa dengan jumlah Kelompok Usaha Siswa (KUS) terbanyak, melibatkan hingga 9.600 pelajar dari 144 SMA. Pencapaian ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing sejak dini.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan di Jawa Timur tidak lagi hanya berfokus pada capaian akademik semata, melainkan juga pada pengembangan keterampilan kewirausahaan. “Program SMA Double Track adalah bukti nyata bahwa pendidikan di Jawa Timur bukan hanya mencetak lulusan yang siap mencari kerja, tetapi mampu melahirkan generasi tangguh yang siap menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Khofifah. Ia menambahkan, konsistensi dalam mencetak wirausaha muda ini bahkan telah membuahkan hasil hingga menembus pasar internasional, dibuktikan dengan busana karya siswa SMA DT yang berhasil terjual di Hong Kong.

Program Double Track, yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan melibatkan 400 sekolah di 28 kabupaten/kota, bertujuan memberikan bekal keterampilan bagi siswa SMA yang memilih jalur non-akademik. Berbagai bidang keterampilan yang dikembangkan mencakup multimedia, tata boga, tata busana, kecantikan, teknik kendaraan ringan, hingga pemasaran digital. Hingga September 2025, total nilai transaksi dari kelompok usaha siswa ini mencapai Rp4,75 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa Millennial Entrepreneur Awards (MEA) 2025 merupakan puncak apresiasi sekaligus motivasi. Ia juga menyoroti sinergi yang kuat antara Dinas Pendidikan Jatim, Dunia Usaha dan Industri (DUDI), perguruan tinggi, serta pelaku UMKM, yang pada tahun 2025 jumlah mitra industrinya telah meningkat signifikan. Lebih lanjut, Khofifah mendorong startup embrionik dari program ini untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan khusus, seperti pinjaman Prokestra Bank UMKM Jatim, yang menawarkan pinjaman hingga Rp50 juta dengan bunga rendah 3% per tahun tanpa agunan, untuk memperkuat ekosistem wirausaha muda.

Login IG