Sains

Gempa Bumi Ternyata Bisa Bentuk Bongkahan Emas dalam Hitungan Detik: Misteri Geologi Terpecahkan

Penelitian terbaru mengungkap gempa bumi dapat membentuk bongkahan emas raksasa dalam hitungan detik melalui mekanisme piezoelektrik pada mineral kuarsa.

Jakarta · Sunday, 23 November 2025 11:00 WITA · Dibaca: 30
Gempa Bumi Ternyata Bisa Bentuk Bongkahan Emas dalam Hitungan Detik: Misteri Geologi Terpecahkan

Jakarta, JClarity – Penelitian geologi mutakhir dari Australia telah mengungkap sebuah rahasia alam yang mengejutkan: gempa bumi ternyata memiliki peran krusial dalam pembentukan bongkahan emas raksasa di dalam kerak bumi, sebuah proses yang dapat terjadi hanya dalam hitungan detik.

Temuan ini, yang memecahkan misteri geologi selama puluhan tahun mengenai konsentrasi emas dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa proses seismik memicu mekanisme elektrokimia yang belum sepenuhnya dipahami sebelumnya. Studi yang melibatkan ilmuwan dari Monash University, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), dan Australian Centre for Neutron Scattering (ANSTO) ini telah diterbitkan dalam jurnal bergengsi, Nature Geoscience.

Selama ini, teori umum berpendapat bahwa emas dibawa oleh cairan hidrotermal super-panas yang mengalir melalui rekahan batuan jauh di bawah permukaan. Namun, dengan konsentrasi emas terlarut yang sangat rendah dalam cairan tersebut, mekanisme tersebut belum mampu menjelaskan mengapa bongkahan emas dalam urat kuarsa, yang dikenal sebagai endapan emas orogenik, dapat terbentuk begitu besar. Endapan orogenik ini sendiri merupakan penyumbang hingga 75% dari seluruh emas yang pernah ditambang di dunia.

Kunci dari misteri ini terletak pada sifat piezoelektrik kuarsa, mineral paling melimpah kedua di kerak bumi. Peneliti menemukan bahwa ketika kuarsa mengalami tekanan atau putaran ekstrem selama getaran gempa, ia menghasilkan muatan listriknya sendiri—sebuah lonjakan tegangan sesaat.

Tegangan listrik yang tercipta ini, meniru efek 'penangkal petir', memicu pengendapan elektrokimia yang sangat cepat (flash deposition). Muatan listrik tersebut menarik emas yang terlarut dalam fluida bawah tanah, menyebabkannya membeku dan mengendap menjadi nanopartikel, kristal kecil, hingga tumbuh mengelilingi partikel emas yang sudah ada. “Hasilnya sangat mengejutkan. Kuarsa yang diberi tekanan tidak hanya secara elektrokimia mengendapkan emas di permukaannya, tetapi juga membentuk dan mengumpulkan nanopartikel emas,” ujar Profesor Andy Tomkins dari Monash University School of Earth, Atmosphere and Environment.

Dalam simulasi laboratorium yang meniru gempa kecil, para ilmuwan berhasil mengamati pembentukan butiran emas di permukaan kuarsa. Proses pengendapan yang dibantu listrik ini menjelaskan mengapa emas cenderung terkonsentrasi di titik tertentu dan tumbuh menjadi bongkahan, alih-alih tersebar merata. Temuan ini tidak hanya menambah pemahaman mendalam tentang geologi endapan mineral, tetapi juga berpotensi membuka perspektif baru dalam eksplorasi deposit emas orogenik di masa depan.

Login IG