Gelombang Raksasa Misterius Ditemukan di Galaksi Bima Sakti
Astronom menemukan 'gelombang raksasa' misterius, memengaruhi pergerakan bintang di Galaksi Bima Sakti hingga puluhan ribu tahun cahaya, diduga sisa tabrakan purba.
JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan astronomi yang mengguncang pemahaman tentang dinamika Galaksi Bima Sakti diumumkan baru-baru ini. Para ilmuwan mengidentifikasi adanya 'gelombang raksasa' yang misterius, menjalar melintasi piringan galaksi kita dan memengaruhi pergerakan bintang-bintang dalam skala puluhan ribu tahun cahaya.
Penemuan kolosal ini berasal dari analisis data presisi tinggi yang dikumpulkan oleh teleskop antariksa Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Pengamatan Gaia menunjukkan bahwa piringan Bima Sakti tidak hanya berputar dan bergoyang (wobble), tetapi juga beriak seperti permukaan air yang dilempari batu, dengan gelombang besar yang bergerak menjauh dari pusat galaksi.
Gelombang raksasa yang dijuluki 'The Great Wave' ini ditemukan memengaruhi gerakan bintang dalam rentang 30.000 hingga 65.000 tahun cahaya dari inti galaksi, mencakup kurang dari separuh total lebar Bima Sakti. Astronom Eloisa Poggio dari Istituto Nazionale di Astrofisica Italia, yang merupakan penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa bintang-bintang muda raksasa dan bintang Cepheid bergerak dalam pola vertikal, naik dan turun dari bidang galaksi. Pergerakan bintang-bintang ini konsisten dengan apa yang diharapkan dari sebuah gelombang yang merambat.
Sifat Gelombang Raksasa ini diibaratkan seperti 'gelombang stadion' (stadium wave) yang gerakannya terasa membeku dalam skala waktu kosmik. Bintang-bintang yang terkena dampaknya seolah terdorong ke atas atau ke bawah piringan galaksi. Para peneliti menduga bahwa gas pembentuk bintang juga ikut bergerak dalam pola gelombang yang sama, sehingga bintang-bintang muda ini 'mengingat' informasi gelombang dari gas asalnya.
Meskipun mekanisme gerakannya telah terdeteksi, asal-usul pasti dari gelombang raksasa ini masih menjadi misteri. Salah satu hipotesis terkuat adalah bahwa gelombang tersebut merupakan sisa dari peristiwa kosmik purba, kemungkinan besar tabrakan atau lewatnya sebuah galaksi kerdil di masa lalu. Simulasi sebelumnya menunjukkan bahwa skenario 'kanibalisme galaksi' semacam itu dapat meninggalkan jejak berupa pola gelombang.
Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics ini menambah kompleksitas pemahaman kita tentang Galaksi Bima Sakti. Para ilmuwan berharap data Gaia berikutnya dapat memberikan wawasan lebih lanjut untuk mengungkap misteri di balik gelombang ini dan lebih memahami dinamika evolusioner galaksi kita.