Fosil Utuh Gajah Purba Stegodon Ditemukan di Nganjuk, Diperkirakan Berusia 800 Ribu Tahun
Penemuan langka fosil utuh gajah purba Stegodon di Nganjuk, Jawa Timur, mengejutkan para arkeolog. Fosil ini diperkirakan berusia 800 ribu tahun, penting bagi riset Pleistosen.
Nganjuk, JClarity – Dunia paleontologi Indonesia digegerkan dengan penemuan luar biasa: fosil utuh gajah purba dari genus *Stegodon* di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Temuan langka ini, yang oleh tim peneliti diperkirakan berusia mencapai 800.000 tahun, merupakan salah satu temuan fosil gajah purba paling lengkap di Indonesia, membuka jendela penting untuk memahami ekosistem fauna Pleistosen Tengah di Pulau Jawa.
Fosil *Stegodon trigonocephalus* tersebut, yang mencakup sebagian besar kerangka, termasuk tengkorak, gading, dan tulang-tulang besar lainnya, ditemukan di area cekungan Sungai Brantas. Penemuan ini berawal dari laporan warga setempat yang kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim ekskavasi gabungan yang melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan sejumlah akademisi dari universitas terkait. Tim ekskavasi menggarisbawahi kondisi keutuhan fosil yang mencapai lebih dari 70 persen, menjadikannya spesimen yang sangat berharga.
Kepala Tim Peneliti, [Simulasi Nama/Gelar Ahli], dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa perkiraan usia 800.000 tahun menempatkan spesimen ini secara signifikan di era Pleistosen Tengah. Periode ini merupakan masa krusial dalam sejarah geologis dan biologis Jawa, ditandai dengan perubahan lingkungan ekstrem dan perkembangan fauna purba. Keutuhan fosil *Stegodon* ini sangat vital karena memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan rekonstruksi anatomi yang lebih akurat dan studi perbandingan evolusioner dengan spesies proboscidea purba lainnya di Asia Tenggara.
Proses ekskavasi dan pengangkatan fosil dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan tidak ada kerusakan lebih lanjut pada struktur tulang yang rapuh. Pemerintah Kabupaten Nganjuk, berkoordinasi dengan otoritas pusat, telah memastikan bahwa lokasi penemuan dan fosil yang berhasil diangkat kini berada di bawah pengawasan ketat. Rencananya, setelah proses konservasi, pembersihan, dan studi detail selesai, fosil purba ini akan menjadi aset edukasi nasional dan diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata sejarah dan riset di Nganjuk, menegaskan kembali posisi Jawa Timur sebagai 'laboratorium' fosil purba dunia.