Sains

Fenomena Langka 'Hari Tanpa Bayangan' Melanda Indonesia Tepat Hari Ini, 30 September.

Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama Matahari melanda Indonesia hari ini, 30 September 2025. Puncak fenomena langka terjadi di Palembang pada pukul 11.50 WIB.

Palembang · Wednesday, 01 October 2025 04:00 WITA · Dibaca: 31
Fenomena Langka 'Hari Tanpa Bayangan' Melanda Indonesia Tepat Hari Ini, 30 September.

PALEMBANG, JClarity – Fenomena astronomi langka yang populer disebut 'Hari Tanpa Bayangan' atau Kulminasi Utama Matahari dipastikan melanda sejumlah wilayah di Indonesia hari ini, Selasa, 30 September 2025. Puncak peristiwa unik tersebut hari ini terpusat di Palembang, Sumatera Selatan, saat Matahari tepat berada di titik zenit, menyebabkan bayangan benda tegak menghilang sejenak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena Hari Tanpa Bayangan atau Kulminasi Utama tengah berlangsung di Indonesia dalam periode kedua tahun ini, yang dimulai sejak 7 September hingga 21 Oktober 2025. Khusus hari ini, 30 September, masyarakat Palembang berkesempatan menyaksikan momen tersebut tepat pada pukul 11.50.58 WIB.

Kepala BMKG, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa Kulminasi Utama adalah peristiwa ketika posisi Matahari berada pada titik paling tinggi di langit, atau tepat di atas kepala pengamat (titik zenit). Ketika hal ini terjadi, bayangan dari benda-benda tegak akan terlihat seolah-olah menghilang karena bertumpuk sempurna dengan benda itu sendiri, sehingga memunculkan istilah populer 'hari tanpa bayangan'.

Fenomena ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan akibat dari pergerakan semu harian Matahari yang dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sekitar 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya (ekliptika). Karena Indonesia mayoritas berada di wilayah tropis, fenomena Kulminasi Utama ini dapat diamati dua kali dalam setahun, yaitu sekitar bulan Maret–April dan September–Oktober.

Setelah Palembang, fenomena serupa akan berlanjut ke beberapa ibu kota provinsi lain dalam beberapa hari ke depan, termasuk Banjarbaru pada 1 Oktober 2025 dan Bengkulu pada 2 Oktober 2025. Peristiwa ini menjadi momen edukasi dan daya tarik alam yang penting untuk memahami gerak Bumi dan Matahari dalam sistem tata surya.

Login IG