Fenomena Langit: Antares dan Bulan Sabit Berdampingan Malam Ini
Fenomena konjungsi Antares dan Bulan Sabit 33% terjadi pada 27 September 2025. Antares, sang raksasa merah, bersinar dekat piringan Bulan Sabit.
Bandung, JClarity – Para penggemar astronomi di Indonesia dan seluruh dunia baru saja disuguhi pemandangan langka dan menawan di langit malam. Fenomena konjungsi, atau tampak berdekatan, antara bintang raksasa merah Antares dan Bulan Sabit terjadi pada malam tanggal 27 September 2025.
Peristiwa visual yang dikenal sebagai 'berdampingan' ini menyajikan pemandangan di mana Antares, bintang paling terang di konstelasi Scorpius (Kalajengking), tampak bersinar di dekat piringan Bulan. Antares terlihat berada kurang dari 3 derajat di sisi kanan Bulan, dikelilingi oleh bintang-bintang lain dari rasi bintang Scorpius. Sebagai patokan, sudut 3 derajat tersebut setara dengan lebar tiga jari tengah yang direntangkan di langit malam.
Pada malam terjadinya konjungsi, Bulan berada dalam fase sabit yang diterangi sekitar 33 persen, hanya dua hari sebelum fase kuartal pertamanya. Momen terbaik untuk menyaksikan kedekatan visual ini terjadi sesaat setelah Matahari terbenam. Meskipun demikian, Antares dan Bulan tetap dapat diamati oleh para pecinta astronomi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dengan mata telanjang atau menggunakan peralatan optik sederhana.
Antares sendiri merupakan bintang super-raksasa merah yang memesona, terletak sekitar 604 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini memiliki diameter yang sangat besar, setara dengan 700 kali Matahari. Nama 'Antares' berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti 'berlawanan dengan Ares (Mars)' atau 'Anti-Ares', sebuah nama yang diberikan karena rona kemerahannya yang menyerupai Planet Mars.
Fenomena konjungsi Bulan dan Antares ini merupakan salah satu dari serangkaian peristiwa astronomi yang menghiasi langit September 2025. Sebelumnya, langit Indonesia juga telah diwarnai oleh fenomena Gerhana Bulan Total (7-8 September) dan oposisi planet-planet lain. Peristiwa ini terus menjadi pengingat akan keindahan dan dinamika benda-benda langit yang dapat diamati dari planet kita.