Keuangan

Emas Sentuh Rekor Tertinggi Hari Ini, Tembus Level Krusial $4.100

Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa hari ini, tembus $4.100/ons didorong ketegangan dagang AS-China dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

JAKARTA · Wednesday, 15 October 2025 13:00 WITA · Dibaca: 56
Emas Sentuh Rekor Tertinggi Hari Ini, Tembus Level Krusial $4.100

JAKARTA, JClarity – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan hari ini, Rabu (15/10/2025), setelah berhasil menembus dan bertahan di atas level krusial $4.100 per troy ons. Logam mulia ini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Pada penutupan perdagangan spot Selasa (14/10/2025) waktu AS, harga emas ditutup menguat 0,8% ke level $4.142,94 per ons, setelah sempat mencapai puncak tertinggi baru intraday di $4.179,48 per ons troi. Kenaikan spektakuler ini, yang membuat harga emas melonjak lebih dari 57% sepanjang tahun ini, didorong oleh kombinasi sentimen risk-off dan fundamental pasar yang kuat.

Faktor utama yang mendorong reli harga emas adalah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kekhawatiran akan pecahnya perang dagang baru kembali muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 100% baru terhadap impor Tiongkok mulai 1 November. Eskalasi ini memicu pelarian modal investor global menuju aset aman (safe haven) tradisional, di mana emas menjadi pilihan utama.

Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed juga memberikan dorongan signifikan. Pelaku pasar hampir 97% memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan bulan Oktober. Penurunan suku bunga The Fed secara historis cenderung melemahkan nilai Dolar AS dan mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap, sehingga mendukung kenaikan harga logam mulia.

Analis pasar mencatat bahwa tren teknikal emas masih berada dalam jalur bullish (peningkatan) yang sangat solid. Pembelian dana bank sentral dari berbagai negara, terutama negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki, yang secara stabil meningkatkan cadangan emasnya, turut memberikan dukungan struktural jangka panjang. Beberapa analis bahkan memperkirakan harga emas dapat menembus level $5.000 per troy ons pada akhir tahun 2026 jika momentum kenaikan ini berlanjut.

Meskipun demikian, indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa emas berada dalam kondisi overbought atau jenuh beli, yang dapat mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek. Namun, para analis menyarankan bahwa upaya penurunan harga kemungkinan akan tetap terbatas selama ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga tetap mendominasi sentimen pasar.

Login IG