Keuangan

Ekonomi RI Kuartal III Melesat 5,04%, Konsumsi Rumah Tangga jadi Motor Utama.

Ekonomi Indonesia kuartal III 2025 tumbuh 5,04% (yoy), didukung kuat oleh Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang berkontribusi 53,14% terhadap PDB.

JAKARTA · Wednesday, 05 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 44
Ekonomi RI Kuartal III Melesat 5,04%, Konsumsi Rumah Tangga jadi Motor Utama.

JAKARTA, JClarity – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa perekonomian nasional pada kuartal III (Juli-September) tahun 2025 berhasil tumbuh sebesar 5,04% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka pertumbuhan ini, meski sedikit melambat dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya, menunjukkan ketahanan ekonomi domestik, di mana Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) kembali menjadi penopang dan motor utama pertumbuhan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11/2025), menjelaskan bahwa kinerja positif ini didukung oleh masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat. Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni mencapai 53,14%, dengan laju pertumbuhan sebesar 4,89% (yoy).

Secara nilai, besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal III 2025 mencapai Rp6.060,0 triliun. Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq), pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,43%. Kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2025 (cumulative-to-cumulative/ctc) mencapai 5,01%.

Selain konsumsi rumah tangga, seluruh komponen pengeluaran lain turut mencatatkan pertumbuhan positif. Kontribusi besar lainnya berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, yang menyumbang 29,09% dari PDB dan tumbuh 5,04% (yoy). Selain itu, net ekspor juga memberikan sumbangan sumber pertumbuhan yang signifikan, menandakan surplus neraca perdagangan yang berlanjut di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi produksi atau lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, serta Informasi dan Komunikasi disebut menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, dengan industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yang mencapai 1,13 persen. Sementara itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,69 persen pada kuartal III 2024, yang juga berperan dalam mendorong konsumsi agregat.

Melihat capaian ini, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan menjadi yang tertinggi sepanjang tahun, didukung oleh berbagai stimulus yang terus digulirkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menyatakan keyakinan bahwa ekonomi akan tumbuh di atas 5,5% pada kuartal keempat 2025, yang didukung oleh stimulus fiskal dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Login IG