Keuangan

Ekonom: Pasar Saham RI Fase 'Bullish' Imbas Pelonggaran Moneter Global, IHSG Dekati 8.320.

Pasar saham RI memasuki fase bullish didorong pelonggaran moneter global dan target IHSG dekati 8.320. Sektor properti dan perbankan diuntungkan.

JAKARTA · Monday, 03 November 2025 17:00 WITA · Dibaca: 48
Ekonom: Pasar Saham RI Fase 'Bullish' Imbas Pelonggaran Moneter Global, IHSG Dekati 8.320.

JAKARTA, JClarity – Pasar modal Indonesia memasuki fase bullish yang solid, didorong oleh sentimen pelonggaran kebijakan moneter yang meluas di tingkat global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menguji level resistensi krusial di sekitar 8.320, seiring derasnya aliran modal asing kembali ke aset berisiko (risk-on), khususnya di pasar negara berkembang.

Optimisme ini muncul menyusul langkah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang semakin agresif dalam memangkas suku bunga acuan sepanjang tahun 2025. Langkah pelonggaran moneter tersebut, yang telah terjadi berulang kali, secara fundamental telah menurunkan daya tarik aset berbasis dolar AS dan mendorong investor global untuk mengalihkan portofolio mereka ke pasar dengan imbal hasil yang lebih menarik, termasuk Indonesia. Pergerakan ini ditandai dengan aksi beli bersih (net foreign buy) yang signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu terakhir.

Analis dari sejumlah sekuritas melihat momentum teknikal dan fundamental mendukung penguatan IHSG. Level 8.300 hingga 8.354 diidentifikasi sebagai target jangka pendek yang realistis. Bahkan, dalam pandangan yang lebih optimistis, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah menyatakan keyakinan bahwa IHSG berpotensi menembus level 9.000 pada akhir tahun 2025, berdasarkan pola siklus bisnis dan perhitungan ekonomi historis.

Selain faktor global, sentimen dari dalam negeri juga menjadi penopang utama. Bank Indonesia (BI) dilaporkan telah mengambil langkah pre-emptive dengan memangkas BI-Rate secara bertahap, sejalan dengan inflasi domestik yang terjaga dalam target dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Suku bunga domestik yang lebih rendah ini secara langsung memberikan katalis positif bagi saham-saham yang sensitif terhadap biaya pinjaman. Sektor perbankan, properti, dan konsumsi primer menjadi segmen yang paling diuntungkan dan diproyeksikan melanjutkan tren penguatan.

Meskipun euforia bullish mendominasi, para analis tetap mengingatkan investor untuk mencermati beberapa risiko global yang dapat sewaktu-waktu menahan laju indeks, seperti berlanjutnya tensi perang dagang antara negara-negara ekonomi besar yang dapat memicu gangguan rantai pasokan global. Namun demikian, dengan fundamental emiten berkapitalisasi besar (big caps) yang solid dan sentimen likuiditas global yang melimpah, mayoritas ekonom sepakat bahwa tren utama IHSG saat ini masih berada dalam jalur bullish.

Login IG