Keuangan

Duit-duit Bule Mengalir Rp1 Triliun ke Pasar Keuangan Indonesia Minggu Ini

Modal asing bersih sebesar Rp1 triliun mengalir ke pasar keuangan Indonesia pada pekan terakhir Oktober 2025, didorong net buy Rp4,4 T di pasar saham.

JAKARTA · Sunday, 02 November 2025 02:00 WITA · Dibaca: 35
Duit-duit Bule Mengalir Rp1 Triliun ke Pasar Keuangan Indonesia Minggu Ini

JAKARTA, JClarity – Aliran modal asing atau capital inflow kembali menopang pasar keuangan domestik Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat investor nonresiden membukukan beli bersih (net inflow) sebesar Rp1 triliun pada periode transaksi 27 hingga 30 Oktober 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa masuknya modal asing ini ditopang penuh oleh tingginya minat investor di pasar saham. Rincian data menunjukkan, nonresiden mencatatkan beli bersih yang signifikan di pasar saham, mencapai angka Rp4,40 triliun.

Kendati demikian, tren net inflow ini tertahan oleh arus keluar di dua instrumen utama lainnya. Investor asing tercatat melakukan jual bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp3,23 triliun dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp170 miliar (Rp0,17 triliun). Penyeimbangan antara beli neto di saham dan jual neto di SBN serta SRBI menghasilkan total net inflow Rp1 triliun selama periode tersebut.

Kinerja pasar keuangan yang didukung oleh masuknya dana asing ini juga tercermin pada membaiknya persepsi risiko investasi Indonesia. Premi risiko investasi atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia 5 tahun tercatat turun dari 78,95 basis poin (bps) pada 24 Oktober 2025 menjadi 73,07 bps per 30 Oktober 2025. Penurunan CDS ini mengindikasikan bahwa risiko berinvestasi di SBN Indonesia dinilai semakin rendah oleh investor global.

Lebih lanjut, dampak positif inflow modal asing turut dirasakan pada pergerakan nilai tukar rupiah. Pada penutupan perdagangan Jumat (31/10), nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis di level Rp16.620 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan Kamis (30/10) di Rp16.635 per dolar AS. Sementara itu, di pasar obligasi, imbal hasil (yield) SBN 10 tahun tercatat naik tipis dari 6,03 persen pada Kamis menjadi 6,04 persen pada Jumat.

BI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional. Secara akumulatif sepanjang tahun 2025, berdasarkan data setelmen hingga 30 Oktober, nonresiden masih mencatatkan jual neto masing-masing sebesar Rp46,17 triliun di pasar saham dan Rp135,86 triliun di SRBI, namun masih membukukan beli neto di pasar SBN sebesar Rp3,89 triliun.

Login IG