Sains

Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah, dan Urine Manusia.

Penelitian terbaru dari Dosen Universitas Airlangga (Unair) mengungkap temuan mengejutkan: mikroplastik terdeteksi dalam air ketuban, darah, dan urine manusia. Simak dampaknya.

Surabaya · Saturday, 06 December 2025 17:00 WITA · Dibaca: 25
Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah, dan Urine Manusia.

SURABAYA, JClarity – Dunia riset kesehatan dan lingkungan dikejutkan dengan hasil penelitian terbaru dari Universitas Airlangga (Unair). Seorang akademisi dari Fakultas Kedokteran (FK) Unair, melalui studinya, berhasil mengungkap keberadaan mikroplastik pada tiga matriks cairan vital manusia: air ketuban, darah, dan urine.

Penelitian inovatif ini dipimpin oleh Dr. dr. A.K. Soemarno, Sp.OG., yang fokus pada potensi paparan mikroplastik pada ibu hamil dan janin. Dalam keterangannya, Dr. Soemarno menjelaskan bahwa temuan mikroplastik di air ketuban, yang merupakan lingkungan pertumbuhan janin, menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi dampak jangka panjang terhadap perkembangan organ dan kesehatan bayi.

Dr. Soemarno merinci bahwa dalam studi yang melibatkan sejumlah subjek di Surabaya, partikel mikroplastik terdeteksi hampir di seluruh sampel yang diuji. Ukuran partikel yang sangat kecil (nanometer hingga mikrometer) memungkinkan zat-zat tersebut menembus batas biologis tubuh, termasuk sawar plasenta, sehingga dapat berpindah dari darah ibu ke janin.

“Keberadaan mikroplastik dalam darah, baik darah ibu maupun darah tali pusat, merupakan indikasi kuat adanya sirkulasi partikel asing ini dalam sistem peredaran darah manusia,” ujar Dr. Soemarno. “Sementara itu, temuan di urine menunjukkan bahwa tubuh berupaya melakukan ekskresi atau pengeluaran partikel-partikel ini, namun konsentrasi yang ditemukan mengisyaratkan tingkat paparan yang tinggi dari lingkungan.”

Implikasi dari temuan ini sangat luas, menegaskan bahwa polusi plastik telah mencapai tahap yang mengancam kesehatan internal manusia, bukan hanya ekosistem. Penelitian ini mendesak adanya kajian lebih lanjut mengenai korelasi antara paparan mikroplastik dengan peningkatan risiko penyakit, seperti peradangan, gangguan hormonal, atau masalah kesuburan.

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat didorong untuk mengambil langkah drastis dalam pengendalian sampah plastik sekali pakai dan peningkatan kualitas udara. Hasil studi Unair ini diharapkan menjadi lonceng peringatan bagi Indonesia, bahwa masalah lingkungan kini telah menjadi krisis kesehatan publik yang membutuhkan intervensi kebijakan yang serius dan terarah.

Login IG