Sains

Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah, dan Urine Manusia

Penelitian dosen Unair mengungkap temuan mikroplastik yang mengkhawatirkan di air ketuban, darah, dan urine manusia. Penemuan ini menyoroti risiko kesehatan serius akibat polusi.

Surabaya · Tuesday, 02 December 2025 13:00 WITA · Dibaca: 27
Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah, dan Urine Manusia

Surabaya, JClarity – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menghasilkan temuan yang sangat mengkhawatirkan: mikroplastik terdeteksi berada di dalam air ketuban, darah, dan urine manusia. Penemuan ini secara tegas menggarisbawahi tingkat penetrasi polusi plastik ke dalam sistem biologis tubuh dan meningkatkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Dr. R. Azizah, M.Kes., seorang Dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair dan peneliti utama, mengungkapkan hasil studi ini dalam sebuah seminar lingkungan dan kesehatan yang diselenggarakan baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa sampel yang diuji menunjukkan adanya partikel mikroplastik dalam berbagai ukuran dan jenis, yang mengindikasikan bahwa manusia terpapar kontaminasi dari berbagai rute, termasuk makanan, minuman, dan udara yang dihirup. Temuan di air ketuban, khususnya, menunjukkan bahwa paparan mikroplastik telah terjadi bahkan sejak fase perkembangan janin di dalam kandungan.

“Keberadaan mikroplastik dalam darah membuktikan bahwa partikel-partikel kecil ini mampu melewati batas biologis tubuh dan dapat didistribusikan ke seluruh organ,” jelas Dr. Azizah. “Sementara temuan di urine menunjukkan upaya tubuh dalam mengeluarkan zat asing tersebut. Namun, penemuan di air ketuban adalah sinyal darurat bahwa generasi mendatang sudah terpapar polusi sejak dini, dengan potensi risiko kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami.”

Penelitian ini menjadi salah satu yang paling komprehensif di Indonesia yang mengkonfirmasi kontaminasi sistemik mikroplastik pada manusia. Para ahli kesehatan lingkungan memperingatkan bahwa penetrasi mikroplastik ke dalam jaringan tubuh dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari peradangan kronis, gangguan hormonal, hingga potensi toksisitas. Meskipun dampak jangka panjangnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, korelasi antara paparan mikroplastik dan peningkatan risiko penyakit tertentu terus diselidiki oleh komunitas ilmiah internasional.

Menanggapi temuan ini, pihak Unair mendesak pemerintah dan pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengurangi polusi plastik, baik melalui regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan plastik sekali pakai maupun melalui kampanye edukasi publik yang masif. “Ini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, ini adalah krisis kesehatan masyarakat yang membutuhkan intervensi kebijakan yang cepat dan tegas,” tutup Dr. Azizah, menekankan pentingnya kolaborasi multisektoral untuk mengatasi tantangan polusi mikroplastik ini.

Login IG