Sains

Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah dan Urine Manusia

Dosen Unair Dr. Lestari Sudaryanti temukan 100% sampel air ketuban, darah, & urine mengandung mikroplastik dan logam berat. Ini bahaya kesehatan yang mengancam.

SURABAYA · Tuesday, 02 December 2025 07:00 WITA · Dibaca: 26
Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah dan Urine Manusia

SURABAYA, JClarity – Sebuah temuan mengkhawatirkan diungkap oleh akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) terkait sebaran mikroplastik dalam tubuh manusia. Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes., seorang dosen sekaligus peneliti dari Fakultas Kedokteran Unair, mengumumkan hasil penelitian yang mendapati keberadaan mikroplastik tidak hanya pada pekerja pemilah sampah, tetapi juga dalam sampel air ketuban ibu hamil, darah, dan urine manusia.

Penelitian yang berpusat di wilayah Gresik, Jawa Timur, tersebut menunjukkan penetrasi mikroplastik yang sangat serius, bahkan hingga ke lingkungan prenatal. Dari total sekitar 48 sampel air ketuban yang diperiksa, seluruhnya, atau 100 persen, dinyatakan positif mengandung mikroplastik. Selain itu, partikel mikroplastik juga ditemukan dalam urine dan darah, di mana perhitungan jumlah partikel per mililiter dilakukan menggunakan mikroskop.

Dr. Lestari menjelaskan bahwa identifikasi awal menunjukkan jenis mikroplastik yang dominan adalah golongan ftalat (phthalates), yang sering ditemukan pada plastik sekali pakai yang bersifat lentur. Lebih lanjut, analisis juga mengidentifikasi adanya senyawa-senyawa berbahaya lain yang melekat pada partikel plastik tersebut, seperti naftalena, fluorin, pirena, stirena, serta logam berat seperti kadmium (Cd), timbal, krom (Cr), dan nikel. Logam berat ini diduga berfungsi sebagai stabilisator pada plastik.

Peneliti Unair tersebut menegaskan bahwa temuan ini menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Secara teoritis, paparan mikroplastik dapat memicu stres oksidatif dan inflamasi yang berpotensi mengganggu metabolisme tubuh, termasuk fungsi hormonal dan insulin. Gangguan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi. Selain itu, sifat estrogenik plastik juga berpotensi mengganggu keseimbangan hormonal.

Khususnya temuan pada air ketuban, Dr. Lestari mengingatkan para ibu hamil untuk lebih berhati-hati, meskipun sebagian bayi yang memiliki air ketuban mengandung mikroplastik lahir normal. Ia menekankan bahwa bayi mengonsumsi air ketuban, yang berarti pasti ada dampak yang perlu ditindaklanjuti dengan penelitian lebih lanjut. Kolaborasi riset ini dilakukan bersama NGO Wonjin dari Korea Selatan untuk analisis mendalam terhadap sampel darah dan urine.

Login IG