Sains

Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah dan Urine Manusia

Penelitian dosen Fakultas Kedokteran Unair, Dr. Lestari Sudaryanti, menemukan mikroplastik pada 100% sampel air ketuban, darah, dan urine manusia, didominasi phthalates.

Surabaya · Monday, 01 December 2025 02:00 WITA · Dibaca: 28
Dosen Unair Ungkap Temuan Mikroplastik di Air Ketuban, Darah dan Urine Manusia

SURABAYA, JClarity – Realitas ancaman pencemaran lingkungan terhadap kesehatan manusia semakin mengkhawatirkan. Temuan terbaru dari Universitas Airlangga (Unair) mengungkapkan adanya partikel mikroplastik (MP) di dalam air ketuban, darah, dan urine manusia, menandakan bahwa kontaminan tak kasat mata ini telah menyebar luas ke dalam sistem biologis vital.

Fakta mengejutkan ini diungkapkan oleh peneliti sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Unair, Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes. Melalui penelitian komprehensif yang berpusat di wilayah Gresik, Jawa Timur, Lestari menemukan mikroplastik tidak hanya pada sampel pekerja pemilah sampah, tetapi juga pada cairan biologis ibu hamil.

Dr. Lestari memaparkan bahwa dari total 48 sampel air ketuban ibu hamil yang diteliti, seluruhnya (100%) menunjukkan hasil positif mengandung mikroplastik. Penelitian ini juga mencakup analisis darah dan urine yang dilakukan bekerja sama dengan NGO Wonjin dari Korea. Penemuan ini mempertegas bahwa mikroplastik telah menembus sawar biologis, termasuk lingkungan pelindung janin di dalam rahim.

Identifikasi awal menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang paling dominan ditemukan adalah dari golongan phthalates, zat kimia yang banyak digunakan pada plastik lentur, terutama plastik sekali pakai. Lebih lanjut, analisis awal juga mengindikasikan keberadaan senyawa kimia berbahaya seperti naphthalene, fluorine, pyrene, styrene, serta logam berat seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr), dan nikel yang melekat pada partikel plastik tersebut.

Terkait risiko kesehatan, Dr. Lestari menjelaskan bahwa mikroplastik dapat memicu stres oksidatif dan inflamasi dalam tubuh. Partikel plastik ini juga bersifat estrogenik, yang berpotensi menyebabkan gangguan hormon dan meningkatkan risiko penyakit terkait estrogen, seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS). Selain itu, akumulasi mikroplastik diyakini dapat mengganggu fungsi metabolisme dan insulin, yang berujung pada peningkatan risiko diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Temuan pada air ketuban menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kesehatan janin, mengingat bayi menelan air ketuban selama di dalam kandungan. Meskipun sebagian bayi lahir dengan kondisi normal, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk memetakan dampak penuhnya, terutama setelah teridentifikasi adanya kasus bayi dengan berat badan lahir rendah. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui inhalasi (pernapasan), konsumsi oral, hingga penyerapan melalui kulit, dan mampu menyebar melalui aliran darah bahkan menembus sawar otak.

Sebagai langkah mitigasi, Dr. Lestari menekankan pentingnya masyarakat, terutama ibu hamil dan mereka yang tinggal di area berisiko tinggi seperti sekitar TPA, untuk lebih waspada. Saran pencegahan meliputi rajin mencuci tangan, menggunakan alat pelindung diri seperti masker, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat dan antioksidan untuk meminimalisir dampak stres oksidatif dalam tubuh.

Login IG