Sains

Dosen ITB Raih Penghargaan 'For Women in Science' UNESCO 2025 Berkat Riset Transformasi Limbah Sawit.

Dr. Helen Julian, dosen ITB, raih L'Oréal-UNESCO For Women in Science 2025 berkat riset MPBR-NF yang mengubah limbah cair sawit (POME) menjadi bioenergi dan bahan pangan.

JAKARTA · Tuesday, 25 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 29
Dosen ITB Raih Penghargaan 'For Women in Science' UNESCO 2025 Berkat Riset Transformasi Limbah Sawit.

JAKARTA, JClarity – Helen Julian, Ph.D., dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil meraih penghargaan bergengsi L'Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) 2025. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam riset inovatif yang berfokus pada transformasi limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi.

Dr. Helen Julian, yang merupakan dosen di Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Pangan, Fakultas Teknologi Industri ITB, mengembangkan sebuah sistem terpadu yang diberi nama Membrane Photobioreactor–Nanofiltration (MPBR-NF). Melalui teknologi ini, limbah cair kelapa sawit diolah secara efisien dan berkelanjutan. Risetnya dinilai selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan bio-based economy, menawarkan solusi konkret terhadap salah satu masalah lingkungan terbesar di Indonesia.

Keunikan riset Dr. Helen terletak pada pemanfaatan mikroalga. Mikroalga ditumbuhkan menggunakan senyawa yang terkandung dalam air limbah POME, yang kemudian menghasilkan biomassa. Biomassa ini selanjutnya dapat dikonversi menjadi produk bernilai tambah seperti bioenergi dan bahan pangan, sekaligus secara signifikan meningkatkan kualitas air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

Penghargaan L'Oréal-UNESCO For Women in Science 2025 di Indonesia ini dianugerahkan kepada total empat ilmuwan perempuan berbakat dari berbagai institusi, termasuk dua dari ITB. Selain Dr. Helen Julian, penerima dari ITB lainnya adalah Dr. Maria Apriliani Gani dari Sekolah Farmasi. Dua penerima lainnya berasal dari BRIN dan Universitas Warmadewa. Keempat peneliti perempuan ini masing-masing menerima dukungan pendanaan riset senilai Rp400 juta serta kesempatan untuk berjejaring dengan komunitas ilmuwan perempuan global.

Penghargaan FWIS, yang telah diselenggarakan selama lebih dari dua dekade, bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam ilmu pengetahuan. Ketua Dewan Juri L'Oréal–UNESCO For Women in Science 2025, Herawati Sudoyo, menyebutkan bahwa mayoritas proposal riset tahun ini berakar pada potensi lokal dan keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk inovasi pengelolaan limbah menjadi sumber daya berkelanjutan. Pencapaian Dr. Helen Julian menegaskan kontribusi vital perempuan peneliti Indonesia dalam menghadirkan sains yang berdampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Login IG