Ditemukan 1916, Dinosaurus Paruh Bebek di New Mexico Ternyata Spesies Baru
Fosil dinosaurus paruh bebek yang ditemukan di New Mexico pada 1916, Ahshislesaurus wimani, resmi diidentifikasi sebagai spesies baru Hadrosaurid raksasa.
JAKARTA, JClarity – Seabad setelah penemuan pertamanya, fosil dinosaurus 'paruh bebek' yang tersimpan di museum New Mexico, Amerika Serikat, akhirnya diidentifikasi sebagai spesies baru yang belum pernah tercatat sebelumnya. Penemuan ulang ini menambah keragaman hadrosaurus yang hidup pada periode Kapur Akhir.
Spesies baru dinosaurus pemakan tumbuhan ini, yang secara resmi diberi nama Ahshislesaurus wimani, sebelumnya diklasifikasikan secara keliru sebagai Kritosaurus navajovius sejak tahun 1935. Fosil-fosilnya, yang terdiri dari tengkorak yang tidak lengkap dan bagian tulang belakang leher, pertama kali digali pada tahun 1916 oleh kolektor terkenal John B. Reeside Jr. di Ah-shi-sle-pah Wilderness, San Juan County, New Mexico barat laut.
Pekerjaan re-analisis secara cermat oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Dr. Spencer G. Lucas, Kurator Paleontologi di New Mexico Museum of Natural History and Science (NMMNHS), mengungkapkan perbedaan morfologi pada rahang dan atap tengkorak yang membedakannya dari hadrosaurus yang sudah dikenal. Temuan ini dipublikasikan dalam Bulletin of the New Mexico Museum of Natural History and Science baru-baru ini.
Menurut perkiraan para peneliti, Ahshislesaurus wimani adalah 'hadrosaurid' raksasa, anggota dari famili dinosaurus paruh bebek. Hewan ini diperkirakan hidup sekitar 75 juta tahun yang lalu, mencapai panjang lebih dari 10 meter (35 kaki) dan berat sekitar sembilan ton. Hadrosaurid ini merupakan herbivora besar yang memiliki moncong lebar seperti paruh bebek, dan merupakan salah satu herbivora darat paling umum di Amerika Utara pada periode Kapur Akhir.
Nama spesies ini memiliki makna tersendiri; Ahshislesaurus diambil dari nama area Ah-shi-sle-pah Wilderness tempat ia ditemukan, sementara wimani merupakan penghormatan kepada Carl Wiman, seorang peneliti awal yang bekerja pada fosil-fosil San Juan Basin. Dr. Lucas menyatakan bahwa penemuan hadrosaurus baru ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa masih banyak dinosaurus baru yang menunggu untuk digali.
Direktur Eksekutif NMMNHS, Dr. Anthony Fiorillo, menekankan bahwa penemuan semacam ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan adalah upaya kolaboratif. Tim peneliti yang melibatkan lima institusi dan dua negara mampu membangun penelitian yang telah dimulai hampir seabad yang lalu, sehingga memajukan pemahaman tentang seperti apa New Mexico selama Periode Kapur Akhir.