Dinas Pendidikan Jabar Tetapkan Jam Masuk Sekolah Lebih Pagi Mulai Pekan Ini, Sebab...
Disdik Jabar tetapkan jam masuk sekolah lebih pagi pukul 06.30 WIB. Alasan utama untuk disiplin, efektivitas belajar, dan kompensasi hari libur Sabtu.
BANDUNG, JClarity – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) secara resmi memberlakukan kebijakan baru terkait jam masuk sekolah yang dimajukan lebih pagi menjadi pukul 06.30 WIB. Aturan ini mulai diterapkan secara serentak di seluruh satuan pendidikan, dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK sederajat, seiring dimulainya tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor: 58/PK.03/DISDIK tentang Jam Efektif pada Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Ia menegaskan, tujuan utama dari perubahan jam masuk ini adalah untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini dan mengoptimalkan efektivitas waktu belajar siswa.
Salah satu 'sebab' utama dari penetapan jam masuk lebih pagi ini adalah sebagai kompensasi atas perubahan hari belajar. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan upaya menyeragamkan dan memangkas hari sekolah menjadi lima hari, yakni Senin sampai Jumat, sehingga siswa memiliki hari libur penuh pada Sabtu dan Minggu. Dengan masuk lebih pagi, total jam pelajaran mingguan tetap terpenuhi, dan siswa dapat pulang lebih awal untuk beristirahat atau berkegiatan non-akademik.
Purwanto menambahkan bahwa meskipun ketentuan umum jam masuk adalah pukul 06.30 WIB, kebijakan ini bersifat opsional atau fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi geografis, kultural, dan teknis di masing-masing wilayah. Sekolah yang menghadapi kendala, seperti akses transportasi yang sulit, faktor keamanan, atau adanya kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian Subuh hingga pukul 06.00 WIB, diperbolehkan mengajukan dispensasi.
Permohonan penyesuaian jadwal tersebut harus diajukan kepada Kantor Cabang Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing, yang kemudian akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan alasan yang diajukan sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya agar kebijakan disiplin waktu ini dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan realitas dan karakteristik lokal di berbagai daerah.