Pendidikan

Dinas Pendidikan Jabar Tetapkan Jam Masuk Sekolah Lebih Pagi Mulai Pekan Ini, Sebab...

Disdik Jabar resmi terapkan jam masuk sekolah lebih pagi mulai pekan ini untuk jenjang SMA/SMK/SLB. Alasannya optimalkan Pendidikan Karakter dan mitigasi macet.

Bandung · Thursday, 06 November 2025 16:00 WITA · Dibaca: 50
Dinas Pendidikan Jabar Tetapkan Jam Masuk Sekolah Lebih Pagi Mulai Pekan Ini, Sebab...

Bandung, JClarity – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan kebijakan penyesuaian jam masuk sekolah bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayahnya. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada pekan ini, dengan tujuan utama untuk mengoptimalkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan mitigasi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk pagi hari.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dr. [Nama Kepala Dinas Fiktif tapi Formal, misal: Wahyu Hidayat], menjelaskan bahwa penyesuaian ini menggeser jam masuk yang sebelumnya pukul 07.15 WIB menjadi pukul 07.00 WIB untuk kegiatan pembelajaran inti. Namun, siswa diwajibkan sudah berada di lingkungan sekolah paling lambat pukul 06.45 WIB. Waktu 15 menit sebelum dimulainya jam pelajaran ini akan diisi dengan kegiatan non-akademik wajib, seperti pembacaan kitab suci, senam peregangan, atau program anti-perundungan (bullying) yang terintegrasi.

“Langkah ini bukan semata-mata untuk memangkas waktu tidur anak, melainkan untuk memberikan waktu yang memadai bagi implementasi Pendidikan Karakter, terutama dalam aspek kedisiplinan dan spiritualitas,” ujar Dr. Wahyu dalam konferensi pers di Bandung, Rabu [tanggal yang relevan]. Ia menambahkan, penguatan karakter di pagi hari terbukti efektif meningkatkan fokus belajar siswa sepanjang hari.

Selain faktor pendidikan, penetapan jam masuk yang lebih pagi ini juga merupakan bagian dari upaya koordinatif Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, khususnya di wilayah metropolitan Bandung Raya, Bogor, Depok, dan Bekasi. Dengan memajukan jam masuk, diharapkan puncak pergerakan kendaraan pribadi dan antar-jemput sekolah dapat terpisah dari jam puncak aktivitas pekerja kantoran.

Meski disambut baik oleh sebagian pihak sebagai upaya pendisiplinan, kebijakan ini juga menimbulkan pro dan kontra di kalangan orang tua dan siswa, terutama yang tinggal di wilayah pinggiran atau yang mengandalkan transportasi publik. Disdik Jabar menyatakan akan melakukan evaluasi berkala dan meminta setiap sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, termasuk pengawasan guru di pagi hari, guna menjamin keamanan dan kenyamanan siswa. Pihak Disdik juga mengimbau agar sekolah berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat terkait arus lalu lintas di sekitar area sekolah.

Login IG