Sains

Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Wilayah Sukabumi

Peneliti BRIN menemukan bukti genetik mengejutkan di Sukabumi. Analisis DNA sehelai rambut mengindikasikan Harimau Jawa, spesies yang dikira punah, mungkin masih berkeliaran.

Sukabumi · Tuesday, 18 November 2025 03:00 WITA · Dibaca: 29
Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Wilayah Sukabumi

Sukabumi, JClarity – Harapan baru muncul bagi upaya konservasi satwa liar Indonesia setelah sebuah penelitian ilmiah yang mengejutkan mengindikasikan adanya kemungkinan keberadaan Harimau Jawa (*Panthera tigris sondaica*), spesies yang telah dinyatakan punah sejak tahun 1980-an, di wilayah Jawa Barat.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini berpusat pada analisis DNA sehelai rambut yang ditemukan di pagar pembatas kebun rakyat dan jalan desa di Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Temuan yang dipublikasikan di jurnal ilmiah *Oryx* pada Maret 2024 ini menjadi sorotan dunia karena menunjukkan adanya jejak genetik yang sangat mirip dengan spesimen Harimau Jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dari tahun 1930.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Wirdateti, mengungkapkan bahwa sampel rambut tersebut awalnya ditemukan pada 19 Agustus 2019 oleh Kalih Reksasewu setelah adanya laporan perjumpaan dengan hewan besar mirip harimau oleh warga lokal, Ripi Yanuar Fajar. Meskipun sempat skeptis, analisis DNA komprehensif akhirnya menyimpulkan bahwa sampel tersebut memiliki kesesuaian genetik, menunjukkan kemiripan 97,06% dengan Harimau Sumatera, namun hasil studi pohon filogenetik menempatkannya dalam kelompok yang sama dengan spesimen Harimau Jawa MZB.

Lokasi penemuan, yaitu Desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, juga diperkuat dengan temuan bukti lapangan lain seperti bekas cakaran yang menyerupai harimau. Wirdateti menegaskan, meskipun hasil analisis DNA ini sangat menjanjikan, temuan ini belum dapat dijadikan bukti definitif bahwa Harimau Jawa benar-benar masih hidup secara liar di alam. Diperlukan penelitian lanjutan, termasuk observasi lapangan yang lebih intensif dan studi genetik tambahan, untuk mengonfirmasi keberadaan populasi harimau yang dikabarkan punah ini.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan siap menindaklanjuti temuan ilmiah ini. Jika Harimau Jawa benar-benar ditemukan, hal ini akan memicu perubahan status konservasi dan membutuhkan respons cepat dari pemerintah dan masyarakat dalam upaya perlindungan habitat dan pelestariannya. Harimau Jawa sendiri secara resmi telah dinyatakan punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak tahun 1980-an, dengan penampakan terakhir yang terkonfirmasi pada tahun 1976 di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur.

Login IG