Sains

Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Wilayah Ini

Peneliti BRIN mengungkap adanya indikasi kuat Harimau Jawa, yang dikira punah sejak 2008, masih berkeliaran di Sukabumi, Jawa Barat, berdasarkan analisis DNA sehelai rambut. KLHK siap tindak lanjut.

JAKARTA · Wednesday, 19 November 2025 09:00 WITA · Dibaca: 36
Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Wilayah Ini

JAKARTA, JClarity – Sebuah kabar yang memicu harapan besar bagi dunia konservasi Indonesia datang dari hasil penelitian genetik yang mengindikasikan bahwa Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), subspesies yang telah dinyatakan punah, kemungkinan besar masih berkeliaran di alam liar. Temuan ini didasarkan pada analisis DNA sehelai rambut yang ditemukan di wilayah pedalaman hutan Sukabumi Selatan, Jawa Barat.

Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), termasuk peneliti Wirdateti, menganalisis sampel rambut yang dikumpulkan pada tahun 2019 di pagar pembatas antara kebun rakyat dan jalan Desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, setelah adanya laporan penampakan dari seorang warga lokal. Hasil analisis DNA mitokondria (mtDNA) kemudian diterbitkan pada jurnal ilmiah bergengsi, Oryx, pada 21 Maret 2024.

Analisis komprehensif menunjukkan bahwa urutan genetik dari sampel rambut tersebut memiliki kemiripan yang sangat tinggi dengan spesimen Harimau Jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) yang diambil pada tahun 1930. Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini, meskipun kuat, masih memicu spekulasi dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui observasi lapangan serta studi genetik yang lebih luas.

Menanggapi laporan ilmiah ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan antusiasme tinggi dan siap menindaklanjuti. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Setyawan Pudyatmoko, menyatakan kesiapan untuk segera melakukan pemantauan intensif, termasuk pemasangan kamera jebak (camera trap) dan pencarian DNA lingkungan (eDNA) secara lebih luas, demi mendapatkan bukti otentik keberadaan Harimau Jawa di habitat aslinya.

Harimau Jawa secara resmi telah dimasukkan dalam kategori punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak tahun 2008. Penampakan terakhir yang terverifikasi terjadi pada tahun 1976 di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Oleh karena itu, jika keberadaannya terkonfirmasi, ini akan menjadi salah satu penemuan spesies 'Lazarus' yang paling signifikan di dunia konservasi.

Meski memunculkan optimisme, temuan ini juga tidak lepas dari kontroversi ilmiah, di mana beberapa ahli genetika lain menyuarakan perlunya verifikasi lebih ketat, mengingat potensi kontaminasi dan kesulitan teknis dalam menganalisis sampel DNA lama. KLHK saat ini juga tengah mengumpulkan data dari masyarakat dan bekerja sama dengan ahli genetika untuk memastikan langkah konservasi yang tepat.

Login IG