Sains

Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Sukabumi Berdasarkan Uji DNA

Harimau Jawa yang dikira punah diduga masih hidup di Sukabumi setelah uji DNA sehelai rambut menunjukkan kecocokan genetik dengan spesimen tahun 1930.

JAKARTA · Wednesday, 19 November 2025 08:00 WITA · Dibaca: 29
Dikira Punah, Peneliti Ungkap Harimau Jawa Berkeliaran di Sukabumi Berdasarkan Uji DNA

JAKARTA, JClarity – Sebuah kabar menggembirakan sekaligus mengejutkan datang dari dunia konservasi Indonesia. Harimau Jawa (*Panthera tigris sondaica*), yang telah puluhan tahun dikategorikan punah, diduga kuat masih berkeliaran di alam liar, khususnya di wilayah Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Dugaan ini menguat setelah tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menganalisis DNA dari sehelai rambut yang ditemukan di lokasi tersebut.

Temuan yang menggemparkan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional bergengsi, *Oryx*, terbitan Cambridge University Press, pada Maret 2024. Para peneliti BRIN, yang dipimpin oleh Wirdateti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, melakukan analisis DNA komprehensif terhadap sampel rambut yang ditemukan oleh warga lokal di Desa Cipeundeuy, Sukabumi Selatan, pada 19 Agustus 2019.

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa DNA mitokondria (mtDNA) dari sampel rambut harimau tersebut memiliki kecocokan genetik yang signifikan dan termasuk dalam kelompok yang sama dengan spesimen Harimau Jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) yang berasal dari tahun 1930. Selain helai rambut, di lokasi yang sama juga ditemukan bekas jejak kaki dan cakaran yang mirip dengan harimau, semakin memperkuat dugaan adanya subspesies yang dinyatakan punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2008 tersebut.

Meskipun temuan ini membuka harapan baru, tim peneliti menegaskan bahwa keberadaan definitif Harimau Jawa di alam liar masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut melalui penelitian genetik dan observasi lapangan yang lebih ekstensif. Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Setyawan Pudyatmoko, menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

“Penelitian ini memacu spekulasi bahwa Harimau Jawa masih berkeliaran. Kami siap dan akan berupaya untuk menindaklanjutinya,” ujar Setyawan. Tindak lanjut yang direncanakan oleh KLHK meliputi pemasangan kamera jebakan dan pencarian bukti DNA secara lebih luas di wilayah Sukabumi dan sekitarnya, serta berkonsultasi dengan ahli genetika. Jika terbukti masih ada, Harimau Jawa akan menjadi prioritas utama konservasi nasional, menyisakan Harimau Sumatera sebagai satu-satunya subspesies harimau yang saat ini masih dipastikan eksis di Indonesia.

Login IG