Keuangan

Didorong Spekulasi Ketua The Fed Baru, Rupiah Melonjak ke Rp 16.658 per Dollar AS.

Rupiah menguat ke Rp 16.658 per Dollar AS didorong spekulasi Kevin Hassett yang dovish akan gantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, picu ekspektasi rate cut.

JAKARTA · Monday, 01 December 2025 13:00 WITA · Dibaca: 25
Didorong Spekulasi Ketua The Fed Baru, Rupiah Melonjak ke Rp 16.658 per Dollar AS.

JAKARTA, JClarity – Nilai tukar mata uang Rupiah dibuka menguat signifikan terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari Senin (1/12/2025). Penguatan ini didorong oleh sentimen pelemahan Dollar AS di pasar global menyusul spekulasi mengenai kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru.

Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan pagi ini, Rupiah tercatat melonjak sebesar 0,10 persen ke level Rp 16.658 per Dollar AS, melanjutkan tren apresiasi yang terjadi seiring dengan meredanya tekanan global. Pelemahan sentimen terhadap mata uang Paman Sam terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan Desember 2025.

Sentimen penguatan ini diperkuat oleh kabar yang beredar di pasar bahwa Kevin Hassett, sosok yang dikenal dovish atau cenderung mendukung kebijakan suku bunga rendah, berpotensi besar untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed selanjutnya. Ekspektasi pergantian kepemimpinan ini membuat investor semakin yakin bahwa siklus pelonggaran moneter (rate cut) akan segera terjadi di Amerika Serikat, yang secara langsung menekan nilai tukar Dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengonfirmasi bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember semakin meningkat setelah munculnya kabar mengenai Kevin Hassett. Lukman memperkirakan, apabila Hassett ditunjuk, pasar akan mengantisipasi pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Menurut data CME FedWatch Tool, peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan ini bahkan telah mencapai sekitar 87,4 persen.

Di kawasan Asia, penguatan Rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang regional lainnya. Yen Jepang tercatat naik 0,40 persen, Dollar Singapura terapresiasi 0,10 persen, Won Korea Selatan menguat 0,01 persen, dan Peso Filipina naik 0,03 persen. Hal ini menunjukkan sentimen risiko global yang membaik mendukung aset-aset di pasar negara berkembang (emerging markets).

Meskipun demikian, Lukman memproyeksikan pergerakan Rupiah hari ini akan berada dalam rentang yang terbatas, yakni di kisaran Rp 16.600 hingga Rp 16.700 per Dollar AS. Pembatasan penguatan ini salah satunya disebabkan oleh sikap wait and see investor domestik menjelang rilis data ekonomi penting Indonesia, yaitu data inflasi dan neraca perdagangan yang dijadwalkan akan diumumkan hari ini.

Login IG