Sains

Cina Yakin Bisa Kirim Astronaut ke Bulan pada 2030, Salip NASA?

Cina tegaskan target kirim astronaut ke Bulan pada 2030, didukung kemajuan roket Long March 10 dan pesawat Mengzhou, memicu kekhawatiran NASA terkejar.

JAKARTA · Saturday, 08 November 2025 03:00 WITA · Dibaca: 44
Cina Yakin Bisa Kirim Astronaut ke Bulan pada 2030, Salip NASA?

JAKARTA, JClarity – Ambisi Cina untuk kembali mengirimkan manusia ke Bulan semakin nyata setelah badan antariksa negara itu, China Manned Space Agency (CMSA), menegaskan kembali target pendaratan berawak pada tahun 2030. Penegasan ini mengemuka di tengah serangkaian pengujian perangkat keras utama dan peningkatan kecepatan program antariksa mereka, yang memicu spekulasi bahwa Beijing berpotensi menyalip Amerika Serikat (AS) dalam perlombaan eksplorasi Bulan global.

Juru Bicara CMSA, Zhang Jingbo, baru-baru ini menyatakan bahwa seluruh program penelitian dan pengembangan untuk misi berawak ke Bulan "berjalan dengan lancar" dan target yang telah ditetapkan untuk mendaratkan manusia di satelit alami Bumi tersebut pada tahun 2030 adalah "tegas". Pernyataan ini sekaligus menandai keseriusan Cina dalam menantang dominasi antariksa AS, yang telah berlangsung selama lebih dari setengah abad.

CMSA merinci kemajuan pada prototipe perangkat keras penerbangan utama. Komponen kunci termasuk roket pengangkut superberat Long March 10, pesawat ruang angkasa berawak Mengzhou, pendarat Bulan Lanyue, pakaian luar angkasa lunar Wangyu, dan kendaraan penjelajah Bulan berawak Tansuo. Serangkaian uji coba penting, seperti uji sistem tenaga tahap kedua roket Long March 10 dan uji verifikasi pendaratan-lepas landas pendarat Lanyue, telah berhasil diselesaikan tahun ini.

Di sisi lain, program Artemis milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menghadapi tantangan yang menunda jadwal ambisius mereka. Misi Artemis II, yang akan mengangkut astronaut mengelilingi Bulan, dilaporkan mengalami penundaan peluncuran hingga tahun 2027 akibat masalah teknis pada perisai panas pesawat ruang angkasa Orion. Meskipun Administrator Sementara NASA, Sean Duffy, bersikeras bahwa AS akan "mengalahkan Cina ke Bulan," para pakar dan pejabat AS sendiri, termasuk mantan administrator NASA Jim Bridenstine, menyuarakan kekhawatiran bahwa tanpa perubahan signifikan, kecil kemungkinan AS akan mengalahkan jadwal Cina.

Cina merencanakan misi pendaratan berawak mereka dengan sistem yang memerlukan dua kali peluncuran untuk mengangkut astronaut, Mengzhou, dan pendarat Lanyue ke orbit bulan. Setelah pendaratan sukses, misi jangka pendek Cina ini juga memiliki rencana jangka panjang untuk membangun pangkalan penelitian internasional di Bulan, yang disebut International Lunar Research Station (ILRS), pada tahun 2030-an. Kecepatan pengembangan ini membuat Commercial Spacelight Federation memprediksi bahwa Cina berpotensi menyalip AS dan menjadi negara terdepan dalam eksplorasi antariksa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Login IG