Keuangan

Cetak Rekor, OJK Sebut Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun.

OJK mengumumkan aset perbankan syariah nasional tembus rekor Rp 1.000 triliun didorong oleh ekspansi pembiayaan dan penguatan struktur industri melalui spin-off.

Jakarta · Thursday, 06 November 2025 09:00 WITA · Dibaca: 52
Cetak Rekor, OJK Sebut Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun.

Jakarta, JClarity – Industri perbankan syariah nasional kembali mencatat sejarah baru setelah berhasil menembus total aset sebesar Rp 1.000 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan capaian signifikan ini terwujud seiring dengan akselerasi bisnis dan penguatan fundamental sektor keuangan syariah di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan optimisme bahwa aset perbankan syariah, yang mencakup Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), telah mencapai level krusial tersebut pada akhir September 2025. Pertumbuhan pesat ini merupakan kelanjutan dari kinerja positif perbankan syariah yang pada Desember 2024 tercatat memiliki total aset sebesar Rp 980,30 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 9,88 persen secara tahunan (yoy). Angka pertumbuhan ini melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Menurut OJK, kenaikan drastis aset perbankan syariah ini didorong oleh berbagai faktor, terutama ekspansi agresif dalam penyaluran pembiayaan dan perluasan bisnis. Pihak OJK juga melihat bank-bank syariah kini tengah melakukan scale up usaha, baik pada level Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS). Akselerasi pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah dan upaya untuk menciptakan lebih banyak bank syariah berkapitalisasi besar, setara dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), juga menjadi fokus OJK untuk memperkuat struktur industri.

Dari sisi intermediasi, OJK mencatat total penyaluran pembiayaan perbankan syariah pada Desember 2024 mencapai Rp 643,55 triliun, tumbuh 9,92 persen yoy. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun tumbuh sekitar 10 persen yoy menjadi Rp 753,60 triliun. Capaian ini semakin memperkuat kontribusi perbankan syariah terhadap total aset keuangan syariah nasional yang per November 2025 telah melampaui Rp 3.000 triliun, tidak termasuk kapitalisasi saham syariah.

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai skala ekonomi (economic of scale) yang lebih besar, OJK terus berkomitmen mengimplementasikan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023—2027. Roadmap ini menekankan pentingnya sinergi dalam ekosistem ekonomi syariah, penguatan permodalan, dan akselerasi transformasi digital. Upaya ini bertujuan agar industri perbankan syariah Indonesia mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah global.

Login IG