Keuangan

Cetak Rekor, OJK Sebut Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun.

Aset perbankan syariah nasional tembus Rp 1.000 triliun, cetak rekor baru. OJK sebut capaian ini didorong ekspansi pembiayaan dan digitalisasi.

Jakarta · Thursday, 06 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 46
Cetak Rekor, OJK Sebut Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun.

Jakarta, JClarity – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengukuhkan pencapaian bersejarah bagi industri keuangan Islam di Indonesia. Total aset perbankan syariah nasional secara kolektif diklaim telah menembus level psikologis Rp 1.000 triliun, menandai sebuah rekor baru dan menjadi tonggak penting dalam peta jalan pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan optimismenya bahwa target aset perbankan syariah, yang mencakup Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), telah tercapai atau bahkan terlampaui pada akhir September 2025. Sebelumnya, per Agustus 2025, aset industri perbankan syariah telah mencapai Rp 975,9 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pencapaian rekor ini merupakan kelanjutan dari kinerja solid yang telah terlihat sejak tahun sebelumnya. Pada akhir 2024, total aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp 980,30 triliun, tumbuh 9,88 persen yoy, dengan pangsa pasar (market share) mencapai 7,72 persen dari total aset perbankan nasional.

Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa akselerasi pertumbuhan aset ini didorong oleh beberapa faktor fundamental, antara lain ekspansi pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan bank konvensional serta perluasan dan diversifikasi bisnis perbankan syariah. Selain itu, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan masyarakat juga turut memperkuat daya serap industri.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan sektor ini melalui implementasi *Roadmap* Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RPS3I) 2023–2027. Program ini fokus pada penguatan permodalan, peningkatan tata kelola, dan dorongan masif terhadap digitalisasi layanan. OJK berharap momentum tembusnya angka Rp 1.000 triliun ini akan meningkatkan kontribusi perbankan syariah dalam mendukung ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Login IG