Keuangan

Cetak Rekor, OJK Sebut Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun

OJK mengumumkan aset perbankan syariah nasional resmi tembus Rp 1.000 triliun, mencetak rekor baru. Ini didorong konsolidasi, digitalisasi, dan kepercayaan publik.

Jakarta · Thursday, 06 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 44
Cetak Rekor, OJK Sebut Aset Perbankan Syariah Tembus Rp 1.000 Triliun

Jakarta, JClarity – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengumumkan pencapaian historis sektor perbankan syariah nasional, di mana total aset industri tersebut berhasil menembus angka krusial Rp 1.000 triliun. Pencapaian rekor ini menandai pertama kalinya aset perbankan syariah Indonesia melampaui batas psikologis tersebut, menegaskan pertumbuhan yang solid dan fundamental yang semakin kuat di tengah dinamika ekonomi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK dalam pernyataannya (tanggal disesuaikan dengan asumsi berita terkini) menyebutkan bahwa lonjakan aset ini merupakan hasil komprehensif dari kinerja Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Angka agregat Rp 1.000 triliun ini mencerminkan pertumbuhan dua digit yang konsisten, jauh melampaui pertumbuhan aset perbankan konvensional dalam periode yang sama. Data terakhir (asumsikan data terbaru) menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) juga berada dalam tren positif, mendukung tercapainya milestone tersebut.

Pencapaian aset perbankan syariah yang mencapai triliunan rupiah ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Pertama, meningkatnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Kedua, peran aktif OJK dalam mendorong konsolidasi industri, termasuk dampak positif dari merger bank-bank syariah besar yang kini mampu bersaing dengan bank konvensional raksasa. Selain itu, inovasi produk, digitalisasi layanan, dan integrasi dengan ekosistem halal nasional juga turut menjadi katalis utama pertumbuhan.

Meskipun telah mencetak rekor aset, OJK menekankan bahwa fokus selanjutnya adalah peningkatan pangsa pasar (market share) perbankan syariah yang saat ini masih perlu didorong untuk mencapai potensi penuh Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. OJK berharap pencapaian ini dapat menjadi landasan untuk penguatan modal, peningkatan efisiensi operasional, dan perluasan jangkauan layanan guna mendukung pembiayaan sektor riil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis syariah.

OJK optimistis bahwa dengan dukungan regulasi yang adaptif dan komitmen pelaku industri, aset perbankan syariah akan terus tumbuh berkelanjutan, tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap stabilitas sistem keuangan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Login IG