Bukti Ilmiah: Ternyata Kucing Benar-Benar Menyukai Manusia, Bahkan Dibandingkan Makanan.
Studi ilmiah dari Oregon State University (OSU) menunjukkan bahwa kucing lebih memilih interaksi sosial dan kasih sayang manusia dibandingkan makanan. Bukti ini membantah mitos kucing hanya mendekat saat lapar.
Jakarta, JClarity – Selama ini, kucing domestik dikenal dengan reputasi sebagai hewan yang independen, bahkan cenderung angkuh, dan sering dianggap hanya menunjukkan kasih sayang kepada pemiliknya demi mendapatkan makanan. Namun, sebuah studi ilmiah komprehensif berhasil membantah anggapan lama tersebut, menunjukkan bahwa ikatan emosional antara kucing dan pemiliknya jauh lebih kuat daripada yang diperkirakan. Penelitian ini secara tegas membuktikan bahwa interaksi sosial dengan manusia adalah rangsangan yang lebih bernilai bagi sebagian besar kucing, mengalahkan daya tarik makanan favorit mereka.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Oregon State University (OSU) dan diterbitkan pada tahun 2017 dalam jurnal ilmiah *Behavioral Processes*. Studi ini bertujuan untuk menguji preferensi rangsangan pada 50 ekor kucing, yang mencakup kucing peliharaan maupun kucing yang tinggal di penampungan. Untuk memastikan tingkat motivasi mereka berada pada titik optimal, kucing-kucing tersebut diisolasi dari makanan dan interaksi sosial selama kurang lebih 2,5 jam sebelum disajikan pilihan rangsangan.
Para peneliti menguji kecenderungan kucing terhadap empat kategori rangsangan: interaksi sosial dengan manusia, makanan, mainan, dan aroma. Hasilnya mengejutkan: interaksi sosial dengan manusia menempati peringkat pertama sebagai aktivitas yang paling disukai oleh mayoritas kucing.
Secara statistik, sekitar 50% hingga 53% dari kucing yang diuji memilih interaksi sosial sebagai pilihan utama mereka. Angka ini mengalahkan kategori makanan, yang hanya dipilih oleh sekitar 37% kucing. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perhatian, sentuhan, dan kasih sayang dari pemilik dianggap lebih berharga dan memuaskan secara psikologis bagi kucing, melampaui imbalan material seperti makanan.
Meskipun ada variasi preferensi antar individu kucing—di mana pengalaman hidup dan kecenderungan biologis dapat memengaruhi interaksi sosial—studi ini secara kolektif mengubah cara pandang masyarakat terhadap kucing. Temuan ini memperkuat bukti bahwa kucing memiliki kemampuan sosialisasi yang tinggi. Bagi para pemilik, penelitian ini menegaskan kembali pentingnya memprioritaskan waktu interaksi berkualitas, karena bagi hewan kesayangan mereka, kebersamaan dengan manusia adalah kebutuhan emosional yang utama.