Sains

Bukan Radioaktif, Ini yang Buat Bulu Anjing di Chernobyl Berubah Biru

Bulu anjing di Chernobyl berubah biru bukan karena radiasi nuklir atau mutasi genetik. Penyebabnya diduga cairan kimia bocor dari toilet portabel.

Jakarta · Friday, 14 November 2025 17:00 WITA · Dibaca: 45
Bukan Radioaktif, Ini yang Buat Bulu Anjing di Chernobyl Berubah Biru

JAKARTA, JClarity – Fenomena mengejutkan muncul di Zona Eksklusi Chernobyl (CEZ), Ukraina, ketika sejumlah anjing liar ditemukan dengan bulu berwarna biru terang. Perubahan warna yang mencolok ini sempat memicu spekulasi di kalangan publik dan media sosial mengenai kemungkinan mutasi genetik akibat paparan radiasi nuklir yang masih tersisa di bekas lokasi bencana nuklir paling terkenal di dunia itu. Namun, para peneliti dan aktivis dengan tegas membantah dugaan tersebut.

Organisasi nirlaba Clean Futures Fund, melalui program 'Dogs of Chernobyl', mengonfirmasi keaslian foto dan video anjing-anjing berbulu biru tersebut yang terdokumentasi pada awal Oktober 2025. Setidaknya tiga ekor anjing dilaporkan memiliki warna biru mencolok. Tim peneliti memastikan bahwa perubahan warna bulu ini tidak disebabkan oleh mutasi genetik akibat paparan radioaktif, melainkan karena paparan zat kimia dari lingkungan luar.

Dr. Jennifer Betz, Direktur Medis Veteriner untuk program Dogs of Chernobyl, menjelaskan bahwa penyebab yang paling mungkin adalah cairan kimia yang bocor dari toilet portabel tua yang rusak di sekitar lokasi anjing-anjing itu ditemukan. "Mereka tampaknya berguling-guling dalam suatu zat yang menempel pada bulu mereka, kemungkinan berasal dari toilet portabel tua di lokasi yang sama dengan anjing-anjing itu," ujar Dr. Betz. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa tim belum dapat memastikan kecurigaan tersebut secara positif karena kesulitan menangkap anjing-anjing yang sangat takut pada manusia.

Anjing-anjing tersebut, yang merupakan keturunan dari hewan peliharaan yang ditinggalkan pasca bencana nuklir pada tahun 1986, terlihat dalam kondisi sehat dan aktif, meskipun memiliki warna bulu yang tidak biasa. Menurut Dr. Betz, pewarnaan ini kemungkinan besar bersifat dangkal dan tidak akan membahayakan kesehatan mereka dalam jangka panjang. "Saya menduga, selama mereka tidak menjilati sebagian besar zat itu dari bulunya, sebagian besar tidak berbahaya," jelasnya.

Fenomena anjing berwarna aneh seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah bekas Uni Soviet. Pada tahun 2021, kawanan anjing berwarna biru terang juga sempat ditemukan di dekat pabrik kimia terbengkalai di Dzerzhinsk, Rusia, yang kemudian diketahui berguling-guling di tembaga sulfat, bahan kimia berwarna biru muda yang umum digunakan dalam industri manufaktur. Temuan di Chernobyl ini menunjukkan bahwa penyebab di balik warna biru mencolok tersebut adalah interaksi sederhana hewan dengan zat kimia di lingkungan, bukan hasil dari dampak radiasi yang kompleks.

Login IG