Sains

Bukan Radioaktif, Ini yang Buat Bulu Anjing di Chernobyl Berubah Biru.

Anjing liar di Chernobyl berubah biru, tetapi bukan karena radiasi. Peneliti menduga penyebabnya adalah zat kimia yang bocor dari toilet portabel. Simak selengkapnya.

Jakarta · Thursday, 13 November 2025 23:00 WITA · Dibaca: 34
Bukan Radioaktif, Ini yang Buat Bulu Anjing di Chernobyl Berubah Biru.

JAKARTA, JClarity – Fenomena anjing liar berbulu biru cerah di Zona Eksklusi Chernobyl, Ukraina, baru-baru ini menyita perhatian dunia dan memicu spekulasi liar mengenai mutasi genetik akibat radiasi. Namun, para peneliti yang bekerja di lapangan buru-buru menepis dugaan sensasional tersebut. Perubahan warna mencolok pada bulu anjing-anjing itu ternyata disebabkan oleh paparan zat kimia biasa, dan bukan karena dampak bencana nuklir 1986.

Organisasi nirlaba Clean Futures Fund, melalui program 'Dogs of Chernobyl', mengonfirmasi penampakan setidaknya tiga ekor anjing yang tubuhnya sebagian besar tertutup substansi biru. Penampakan anjing-anjing yang dijuluki 'Smurf' ini didokumentasikan pada awal Oktober 2025 di sekitar kawasan terlarang Chernobyl.

Direktur Medis Kedokteran Hewan untuk program Dogs of Chernobyl, Dr. Jennifer Betz, menjelaskan bahwa setelah gagal menangkap anjing-anjing yang dikenal sangat penakut tersebut, timnya menemukan sumber yang diduga kuat menjadi penyebab perubahan warna. Mereka menduga anjing-anjing itu berguling-guling di cairan kimia berwarna biru terang yang bocor dari toilet portabel (porta-potty) tua yang berada di lokasi yang sama.

“Mereka tampaknya berguling-guling di dalam zat yang menumpuk di bulu mereka. Kami menduga zat ini berasal dari toilet portabel tua... Namun, kami tidak dapat memastikan kecurigaan kami secara positif,” ujar Dr. Betz. Ia dengan tegas membantah bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan radiasi di Chernobyl.

Meskipun warnanya mengejutkan, Dr. Betz meyakini bahwa zat pewarna non-radioaktif tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan anjing-anjing, terutama karena mereka tampak sehat dan aktif. “Saya menduga, selama mereka tidak menjilati sebagian besar zat itu dari bulunya, sebagian besar akan tidak berbahaya,” tambahnya, sembari membandingkan kondisi ini dengan temuan anjing-anjing lain yang hanya memiliki tanda warna sementara di kepala (biru, hijau, merah, atau ungu) yang digunakan tim untuk penanda setelah sterilisasi, yang akan memudar dalam dua hingga tiga hari.

Peristiwa anjing berbulu biru akibat paparan kimiawi bukanlah yang pertama di kawasan bekas Uni Soviet. Pada tahun 2021, sekelompok anjing di Dzerzhinsk, Rusia, juga ditemukan berwarna biru terang setelah berguling-guling di bubuk tembaga sulfat, zat kimia biru muda yang digunakan dalam industri manufaktur. Kasus ini memperkuat dugaan bahwa penyebab di Chernobyl adalah kontaminasi kimia non-radiasi.

Login IG