BRI Serap 45% Dana Rp55 Triliun dari Kemenkeu, Mayoritas Disalurkan ke UMKM.
BRI mencatat serapan 45% dari dana Rp55 triliun Kemenkeu per Oktober 2025. Mayoritas dana disalurkan ke UMKM, target selesai dalam 2 bulan.
JAKARTA, JClarity – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) mencatatkan akselerasi signifikan dalam penyerapan dana segar yang ditempatkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia. Hingga awal Oktober 2025, BRI telah berhasil menyerap sekitar 45% dari total dana sebesar Rp55 triliun yang dialokasikan pemerintah. Mayoritas dari dana yang disalurkan tersebut difokuskan untuk memperkuat pembiayaan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), segmen yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan fokus utama perseroan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa penyerapan yang cepat ini mencerminkan tingginya kebutuhan pembiayaan di sektor riil, khususnya di kalangan pelaku UMKM. “Sekitar 45% telah tersalurkan ke lapangan. Sebagian besar dana ini mengalir ke UMKM, karena BRI adalah bank dengan segmen UMKM terbesar di Indonesia,” ujar Hery saat ditemui di Gedung BRI 1, Jakarta, pada Kamis (2/10/2025).
Penyaluran dana Rp55 triliun kepada BRI merupakan bagian dari kebijakan Kemenkeu yang menempatkan total dana sebesar Rp200 triliun kepada lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu bank syariah, yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas sistem perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penempatan dana ini telah dilakukan pada 12 September 2025, di mana BRI bersama Bank Mandiri dan BNI masing-masing menerima alokasi Rp55 triliun.
Dengan rerata penyaluran kredit harian yang diklaim mencapai Rp1,5 triliun, Hery Gunardi optimistis bahwa seluruh dana sebesar Rp55 triliun dapat terealisasi 100% dalam waktu yang relatif singkat. “Kami menargetkan penyaluran dana yang diterima dari Kemenkeu ini bisa selesai dalam waktu maksimal dua bulan ke depan, atau mungkin sebulan setengah,” tambahnya, menunjukkan komitmen BRI untuk mempercepat perputaran roda ekonomi.
Fokus BRI terhadap UMKM sangat ditekankan, mengingat portofolio kredit UMKM BRI telah mencapai Rp1.137,84 triliun atau setara 80,32% dari total portofolio pembiayaan bank pada akhir Triwulan II 2025. Penyaluran dana pemerintah ini, yang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian (prudent) dan manajemen risiko yang kuat, diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri, sekaligus mendukung program-program prioritas pemerintah.