Sains

BPOM Lakukan Evaluasi Cegah Komoditas Terpapar Radioaktif Dikonsumsi

Kepala BPOM Taruna Ikrar memastikan pengawasan ketat dan evaluasi komprehensif dilakukan untuk mencegah komoditas, seperti udang dan cengkeh, terpapar Cs-137.

JAKARTA · Tuesday, 14 October 2025 20:00 WITA · Dibaca: 34
BPOM Lakukan Evaluasi Cegah Komoditas Terpapar Radioaktif Dikonsumsi

JAKARTA, JClarity – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia memastikan terus melakukan langkah evaluasi dan pengawasan ketat untuk mencegah komoditas pangan yang diduga terkontaminasi cemaran radioaktif, khususnya Cesium-137 (Cs-137), beredar di pasar domestik maupun menembus pasar ekspor.

Komitmen ini disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyusul adanya isu mengenai peringatan impor (*import alert*) yang dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa komoditas pangan asal Indonesia, yaitu udang beku dan cengkeh. "Kita tentu akan melakukan evaluasi. Komitmen kami jelas, jangan sampai barang-barang yang terkontaminasi masuk ke tubuh manusia," ujar Taruna Ikrar di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Taruna menjelaskan, meskipun peringatan impor tersebut dikeluarkan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tingkat kandungan Cs-137 yang ditemukan pada komoditas ekspor Indonesia masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan secara internasional. Menurut data yang ada, temuan kandungan Cs-137 berada di kisaran 68 Becquerel (Bq) per kilogram (kg), padahal standar internasional menetapkan batas maksimal sebesar 1.200 Bq/kg. Bahkan, standar maksimal kandungan zat radioaktif yang ditetapkan oleh Indonesia sendiri lebih ketat, yakni 500 Bq/kg.

Meskipun kadarnya masih tergolong aman, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. BPOM telah berkoordinasi secara intensif dengan US FDA dan bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup penyerahan bukti ilmiah (*scientific evidence*) untuk meyakinkan otoritas AS mengenai penanganan profesional yang dilakukan Indonesia, termasuk upaya dekontaminasi dan pemantauan produk yang tercemar.

Taruna menegaskan bahwa pemerintah melalui Satgas telah berhasil mengidentifikasi sumber awal paparan radiasi, terutama pada udang beku yang diproduksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, yang diduga berasal dari bahan baku besi impor dari Filipina. Upaya tegas seperti isolasi dan re-impor bahan yang terkontaminasi telah dilakukan demi menjaga keamanan pangan nasional dan reputasi perdagangan Indonesia di mata dunia.

Login IG