Pendidikan

Bocoran Kurikulum Baru, Mata Pelajaran AI dan Coding Hadir di SD dan SMP Indonesia?

Beredar kabar mata pelajaran AI dan Coding akan masuk kurikulum SD dan SMP Indonesia. Kemendikbudristek didorong segera klarifikasi terkait integrasi literasi digital.

JAKARTA · Tuesday, 11 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 55
Bocoran Kurikulum Baru, Mata Pelajaran AI dan Coding Hadir di SD dan SMP Indonesia?

JAKARTA, JClarity – Spekulasi mengenai reformasi substansial dalam sistem pendidikan nasional kembali mencuat, menyusul beredarnya 'bocoran' tentang rencana integrasi mata pelajaran Kecerdasan Buatan (AI) dan Coding (Pemrograman) secara resmi ke dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Kabar ini disambut antusias sekaligus memicu perdebatan mengenai kesiapan infrastruktur dan tenaga pendidik.

Wacana yang beredar ini mengindikasikan bahwa Kemendikbudristek tengah mengkaji perluasan materi literasi digital yang sudah diakomodasi oleh Kurikulum Merdeka. Saat ini, mata pelajaran 'Informatika' telah menjadi bagian wajib di tingkat SMP, yang di dalamnya mencakup fondasi Berpikir Komputasional (Computational Thinking) dan dasar-dasar pemrograman. Namun, fokus bocoran kali ini adalah potensi menjadikan AI dan Coding sebagai materi inti, bahkan sejak jenjang SD.

Jika bocoran ini terealisasi, perubahan mendasar akan terjadi pada struktur pelajaran di jenjang SD, yang selama ini fokus pada pengenalan literasi dasar. Pembelajaran AI dan Coding diyakini tidak akan berupa kelas pemrograman yang kompleks, melainkan fokus pada konsep dasar Computational Thinking, etika digital, serta pemahaman bagaimana teknologi AI bekerja dan memproses data sederhana.

Langkah ini dilihat oleh sejumlah pakar pendidikan sebagai respons yang tepat untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era revolusi industri 4.0 dan 5.0. Namun, tantangan terbesarnya terletak pada pemerataan kualitas pendidikan dan ketersediaan guru yang kompeten di bidang ini. Pengamat pendidikan digital menilai, tanpa pelatihan guru yang intensif dan penyediaan infrastruktur yang memadai, implementasi kurikulum ini berpotensi menciptakan disparitas pendidikan yang baru.

Kemendikbudristek hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi atau membantah ‘bocoran’ tersebut. Publik, terutama orang tua dan praktisi pendidikan, kini menantikan klarifikasi resmi mengenai peta jalan implementasi mata pelajaran ini, termasuk anggaran, penyediaan perangkat keras, dan standar kompetensi guru yang baru. Kehadiran AI dan Coding di jenjang SD dan SMP diyakini menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen di lanskap teknologi global.

Login IG