Keuangan

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Bisa Tembus 5,4 Persen, Apa Pendorongnya?

BI memprediksi pertumbuhan ekonomi RI 2025 mencapai 5,4%. Pendorong utamanya adalah penguatan ekspor komoditas unggulan dan akselerasi belanja pemerintah.

JAKARTA · Sunday, 26 October 2025 23:00 WITA · Dibaca: 62
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Bisa Tembus 5,4 Persen, Apa Pendorongnya?

JAKARTA, JClarity – Bank Indonesia (BI) menyuarakan optimisme terkait prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025. Bank sentral memproyeksikan laju Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berpotensi mencapai batas atas dari kisaran proyeksi, yakni hingga 5,4 persen. Prediksi ini didasari oleh sinyal penguatan kinerja ekonomi, terutama yang didorong oleh kombinasi stimulus fiskal dan momentum ekspor.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan akan berada sedikit di atas titik tengah kisaran proyeksi BI, yaitu 4,6 persen hingga 5,4 persen. Optimisme ini muncul seiring dengan perkiraan kinerja yang lebih baik pada paruh kedua tahun ini, terutama Triwulan III dan Triwulan IV 2025.

Juli Budi Winantya secara spesifik menyebut dua motor utama yang menjadi penopang kuat pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal III 2025, yaitu kinerja ekspor dan akselerasi belanja pemerintah.

Dari sisi ekspor, kinerja komoditas unggulan Indonesia, seperti kelapa sawit (CPO), besi, dan baja, masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Pasar tujuan utama ekspor ini didominasi oleh India dan Tiongkok (China), yang memberikan dorongan signifikan terhadap laju ekonomi nasional. Prospek ekspor yang positif ini juga sejalan dengan ekspektasi meningkatnya investasi di dalam negeri.

Sementara itu, dari sisi permintaan domestik, percepatan belanja pemerintah berperan vital dalam memperkuat daya dorong ekonomi. Percepatan ini mencakup bergulirnya sejumlah program pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek strategis di sektor energi. Selain itu, BI juga mencatat adanya rencana penyaluran tambahan bantuan sosial (Bansos) pada Triwulan IV yang diyakini akan turut memperkuat konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada semester kedua.

Di samping dukungan fiskal, Bank Indonesia juga berperan melalui kebijakan moneter yang akomodatif. Pelonggaran kebijakan ini, termasuk penurunan suku bunga acuan BI Rate dan kebijakan likuiditas yang lebih longgar, diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mendukung pertumbuhan kredit perbankan secara berkelanjutan.

Login IG