Keuangan

BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama

BI membuka ruang penurunan suku bunga acuan (BI-Rate). Keputusan ini didasarkan pada 2 pertimbangan utama: inflasi yang terjaga dan dorongan pertumbuhan ekonomi. Stabilitas Rupiah tetap jadi fokus jangka pendek. [Maksimal 160 karakter]

Jakarta · Monday, 24 November 2025 06:00 WITA · Dibaca: 29
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama

JAKARTA, JClarity – Bank Indonesia (BI) secara resmi membuka ruang bagi potensi penurunan suku bunga acuan (BI-Rate) lebih lanjut, meskipun dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir di bulan November 2025 diputuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75%. Keputusan ini didasarkan pada dua pertimbangan utama yang menjadi fokus kebijakan moneter bank sentral.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa sinyal pelonggaran moneter tersebut dapat direalisasikan dengan menimbang dua faktor fundamental perekonomian domestik. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers hasil RDG di Jakarta pada Rabu (19/11/2025).

Pertimbangan Pertama: Inflasi yang Terjaga Rendah.

Faktor pertama yang menjadi landasan adalah prospek inflasi yang diprakirakan tetap terkendali rendah, sejalan dengan sasaran yang ditetapkan. BI memandang bahwa inflasi pada tahun 2025 dan 2026 akan tetap berada dalam rentang sasaran 2,5% plus minus 1%. Kondisi inflasi yang stabil dan sesuai target memberikan fleksibilitas bagi bank sentral untuk mempertimbangkan langkah kebijakan yang lebih akomodatif.

Pertimbangan Kedua: Dorongan Pertumbuhan Ekonomi.

Pertimbangan utama kedua adalah perlunya terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gubernur Perry Warjiyo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini masih berada di bawah kapasitas nasional (output gap masih negatif) sehingga membutuhkan dorongan lebih lanjut agar tercipta pertumbuhan yang lebih tinggi. Pemangkasan BI-Rate merupakan salah satu instrumen moneter yang dapat digunakan untuk mempercepat ekspansi kredit perbankan, yang pada akhirnya dapat mendorong kegiatan investasi dan konsumsi domestik.

Meskipun ruang penurunan suku bunga terbuka, BI menegaskan bahwa keputusan mengenai besaran dan waktu pemangkasan akan bersifat data dependent. Artinya, penentuan kebijakan akan sangat bergantung pada dinamika data ekonomi global dan domestik ke depan.

Sebagai kebijakan jangka pendek, fokus utama Bank Indonesia saat ini tetap pada upaya menjaga stabilitas, khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah. Langkah ini dinilai krusial di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, yang mana bertujuan agar perekonomian nasional tetap tahan banting.

Sejak awal tahun 2025, BI-Rate telah mengalami penurunan total sebanyak lima kali atau sebesar 125 basis poin (bps) hingga berada di level 4,75%. Dengan adanya dua pertimbangan tersebut, sinyal BI menjadi indikasi bahwa siklus pelonggaran kebijakan moneter masih belum berakhir jika kondisi stabilitas eksternal dan inflasi terus mendukung.

Login IG