BI Bakal Terbitkan Surat Berharga Baru Bernama BI-FRN, Perkuat Pasar Keuangan Domestik
BI akan terbitkan surat berharga baru bernama BI-FRN (Floating Rate Note) mulai November 2025. Tujuannya: perdalam pasar keuangan, perkuat transmisi suku bunga, dan dukung sektor riil. Ini beda dari SRBI.
JAKARTA, JClarity – Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan instrumen moneter teranyar bernama BI Floating Rate Note (BI-FRN) sebagai bagian dari strategi penguatan operasi moneter pro-pasar. Penerbitan surat berharga ini bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga bank sentral ke sektor riil.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa BI-FRN dirancang untuk memperkaya instrumen moneter yang telah ada, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Instrumen baru ini akan berfungsi sebagai underlying asset atau aset dasar yang menjadi acuan nilai bagi instrumen keuangan turunan (derivatif), serta memperluas kategori eligible asset dalam operasi moneter.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menambahkan bahwa BI-FRN direncanakan untuk diumumkan detail mekanismenya pada pekan pertama atau kedua November 2025. Meskipun BI mengurangi volume penerbitan SRBI seiring kebijakan likuiditas yang lebih ekspansif, SRBI akan tetap dipertahankan sebagai instrumen kontraksi untuk menyerap atau menambah likuiditas sistem sesuai kebutuhan.
BI-FRN merupakan surat utang dengan suku bunga mengambang (*floating rate*) yang bertujuan untuk membentuk struktur suku bunga yang lebih transparan dan berbasis pada transaksi riil di pasar uang, khususnya untuk tenor di atas *overnight*. Langkah ini menjadi bagian integral dari penguatan strategi operasi moneter, yang juga mencakup pengembangan Overnight Index Swap (OIS), yang bertujuan untuk mempercepat efektivitas penurunan suku bunga deposito dan kredit perbankan.
Tujuan akhir dari penerbitan instrumen ini adalah pendalaman pasar keuangan domestik, yang pada gilirannya diharapkan mampu mendukung perkembangan sektor riil melalui peningkatan penyaluran kredit dari perbankan ke dunia usaha. Hal ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.