Sains

Bertahun-tahun Jadi Pertanyaan Besar, Fosil Ini Akhirnya Ungkap Pola Makan Pterosaurus

Fosil Sinopterus atavismus dari Tiongkok mengungkap bukti langsung herbivori pada Pterosaurus melalui temuan fitolit dan gastrolit di perutnya. Mengubah pandangan lama.

Jakarta · Sunday, 16 November 2025 23:00 WITA · Dibaca: 46
Bertahun-tahun Jadi Pertanyaan Besar, Fosil Ini Akhirnya Ungkap Pola Makan Pterosaurus

Jakarta, JClarity – Pola makan Pterosaurus, reptil terbang purba yang hidup berdampingan dengan dinosaurus, selama bertahun-tahun menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam dunia paleontologi. Hipotesis beragam telah diajukan, mulai dari pemakan ikan hingga serangga. Namun, sebuah penemuan fosil langka di Tiongkok baru-baru ini telah memberikan bukti langsung dan tak terbantahkan, memecahkan misteri tersebut dengan mengungkapkan bahwa setidaknya satu spesies Pterosaurus ternyata adalah pemakan tumbuhan (herbivora).

Studi terobosan ini berfokus pada isi perut fosil spesimen Sinopterus atavismus, sejenis Pterosaurus dari kelompok Tapejaridae yang hidup sekitar 120 juta tahun lalu di Zaman Kapur Awal (Early Cretaceous) di wilayah timur laut Tiongkok. Tim peneliti, yang terdiri dari para paleontolog dari Tiongkok dan Brasil, berhasil mengidentifikasi dan mengekstrak materi biologis yang sangat penting dari fosil tersebut.

Bukti kunci terletak pada penemuan 320 butir fitolit, yaitu struktur silika mikroskopis yang terbentuk di dalam sel tumbuhan. Temuan ini menjadi ekstraksi fitolit pertama yang pernah dilakukan dari Pterosaurus mana pun. Penemuan ini mengonfirmasi secara langsung perilaku herbivora pada spesies Sinopterus atavismus, sebuah pandangan yang sebelumnya hanya didasarkan pada spekulasi bentuk tengkorak dan paruh kelompok Tapejarid.

Lebih lanjut, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Xiaolin Wang dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology (IVPP) di Chinese Academy of Sciences (CAS) juga menemukan sejumlah besar gastrolit—batu-batu kecil yang sengaja ditelan—di dalam perut fosil tersebut. Dalam praktik pencernaan hewan modern, seperti beberapa jenis burung, gastrolit berfungsi sebagai 'gilingan' untuk membantu memecah bahan makanan yang keras, seperti tumbuhan. Kehadiran gastrolit bersama fitolit semakin memperkuat kesimpulan bahwa makanan utama reptil terbang ini adalah serat dan bahan nabati.

Sebelumnya, hanya ada segelintir kasus isi perut Pterosaurus yang terawetkan, dan hampir semuanya (termasuk pada spesies Rhamphorhynchus) menunjukkan sisa-sisa ikan, mengindikasikan pola makan piscivora (pemakan ikan). Dengan ditemukannya bukti kuat herbivora ini, para ilmuwan kini memiliki pemahaman yang jauh lebih luas mengenai keragaman ekologis Pterosaurus. Temuan ini menantang narasi lama yang menganggap Pterosaurus hanya sebagai karnivora dan menunjukkan bahwa mereka menduduki lebih banyak ceruk makanan daripada yang diperkirakan. Studi lengkap ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi, Science Bulletin, pada edisi 15 Oktober 2025.

Login IG