Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Bukukan Laba Rp 41,06 Triliun per Oktober 2025.
Laba bersih Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat Rp 41,06 Triliun per Oktober 2025, turun 10,21% yoy akibat kenaikan beban operasional dan pencadangan. Kredit UMKM tetap solid.
JAKARTA, JClarity – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 41,06 triliun hingga periode Oktober 2025 (bank only). [1.1, 1.3] Angka ini menjadi sorotan di tengah kondisi ekonomi yang menantang, namun kinerja BBRI secara bank only tersebut mencerminkan adanya penurunan profitabilitas sebesar 10,21% secara tahunan (year-on-year/yoy). [1.1, 1.3]
Penurunan laba ini, baik pada kinerja bank only per Oktober maupun kinerja konsolidasi kuartal III (9M) 2025 yang tercatat sebesar Rp 41,23 triliun, didorong oleh peningkatan beban operasional dan biaya pencadangan yang lebih tinggi. [1.12, 1.4] Sebagai perbandingan, laba bersih konsolidasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sempat mencapai Rp 45,36 triliun, yang menunjukkan adanya koreksi profit sebesar 9,10% yoy hingga akhir Kuartal III-2025. [1.12, 1.7]
Meskipun laba terkoreksi, fungsi intermediasi BBRI tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid. Penyaluran kredit bank tercatat tumbuh sebesar 6,26% yoy, mencapai Rp 1.438,11 triliun hingga 30 September 2025. [1.12] Sesuai fokus utama perseroan, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendominasi dengan kontribusi sebesar 80,02% dari total portofolio kredit, dengan nilai kredit UMKM mencapai Rp 1.150,73 triliun. [1.12]
Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross BBRI tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi 3,29% pada akhir Kuartal III-2025, yang mendorong manajemen untuk memperkuat pencadangan (NPL coverage sebesar 183,09%) sebagai langkah antisipatif dan mitigasi risiko. [1.12, 1.4] Sementara itu, dari sisi pendanaan, bank berhasil mempertahankan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang kuat, tercatat sebesar Rp 1.022,86 triliun atau 67,28% dari total DPK per Oktober 2025. [1.1]
Kinerja ini memperlihatkan bahwa BBRI masih mampu menjaga pertumbuhan bisnis inti yang sehat, meskipun adanya tekanan dari tingginya beban operasional dan biaya pencadangan yang membebani profitabilitas. Dengan total aset mencapai Rp 2.123 triliun pada 9M-2025, [1.2] Bank Rakyat Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung sektor produktif dan ekonomi kerakyatan melalui segmen UMKM.