Keuangan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 6,25%: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas Utama Hingga Akhir Tahun

Bank Indonesia (BI) putuskan tahan BI-Rate di 6,25%. Stabilitas Rupiah jadi prioritas utama kebijakan moneter hingga akhir tahun 2025 di tengah gejolak global.

Jakarta · Wednesday, 03 December 2025 06:00 WITA · Dibaca: 31
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 6,25%: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas Utama Hingga Akhir Tahun

Jakarta, JClarity – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 6,25%. Keputusan ini diambil sebagai langkah konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, terutama menjelang penutupan tahun.

Gubernur BI, [Nama Gubernur BI - tidak disebutkan, jadi perlu dihindari atau diganti dengan 'BI'], menegaskan bahwa fokus utama kebijakan moneter saat ini adalah stabilitas, terutama stabilitas nilai tukar Rupiah, sebelum mempertimbangkan upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit domestik. Keputusan untuk menahan suku bunga di level tinggi merupakan respons proaktif terhadap gejolak eksternal yang masih berlanjut, dipicu oleh dinamika kebijakan moneter bank sentral utama dunia seperti Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat . Stabilitas Rupiah dianggap krusial untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran yang ditetapkan .

Langkah ini ditempuh Bank Indonesia seiring meningkatnya ketidakpastian global yang didorong oleh ekspektasi suku bunga global yang belum menunjukkan tren penurunan signifikan. Tekanan inflasi yang persisten di beberapa negara maju dan kenaikan tarif global juga menjadi pertimbangan utama . Kebijakan moneter yang ketat ini bertujuan untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing, yang diharapkan dapat menopang ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dan mengurangi tekanan pada mata uang domestik .

Meskipun demikian, Bank Indonesia memastikan bahwa langkah stabilisasi ini tetap disinergikan dengan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan, namun dengan tetap memprioritaskan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional . BI memperkirakan inflasi tahunan akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% ± 1%, yang menjadi salah satu faktor pendukung untuk menahan laju kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Hingga akhir tahun, Bank Indonesia berkomitmen untuk mengoptimalkan strategi bauran kebijakan, termasuk intervensi di pasar spot dan pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), untuk menjaga agar nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Para pelaku pasar merespons sinyal kehati-hatian ini dengan mulai mengevaluasi ulang risiko dan peluang investasi, mengingat implikasi suku bunga acuan yang lebih tinggi terhadap biaya pinjaman dan permintaan kredit di sektor riil .

Login IG