Pendidikan

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Pemerintah resmikan Bahasa Inggris jadi mata pelajaran wajib di SD. Mendikdasmen tegaskan langkah ini demi ciptakan lulusan Indonesia yang berdaya saing global.

Jakarta · Saturday, 18 October 2025 10:00 WITA · Dibaca: 46
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Jakarta, JClarity – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), secara resmi menetapkan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di seluruh jenjang Sekolah Dasar (SD). Keputusan strategis ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi persaingan global dan tuntutan era digital.

Keputusan tersebut ditegaskan oleh Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, [Tanggal hari ini]. Menurut Mendikdasmen, menjadikan Bahasa Inggris sebagai kurikulum inti sejak dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan fundamental. "Tujuan kita jelas, yakni menyiapkan lulusan yang berdaya saing global. Bahasa Inggris adalah kunci akses utama terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang ekonomi internasional," ujarnya, menekankan bahwa penguasaan bahasa internasional akan membuka cakrawala siswa SD agar siap berkompetisi sejak usia muda.

Implementasi kebijakan ini dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada tahun ajaran baru mendatang, didahului dengan fokus pada penyiapan infrastruktur dan peningkatan kompetensi tenaga pengajar. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) telah diarahkan untuk segera menyusun program pelatihan dan sertifikasi massal bagi guru kelas dan guru mata pelajaran Bahasa Inggris SD. Selain itu, pengembangan kurikulum dan modul ajar yang sesuai dengan usia dan konteks lokal juga menjadi prioritas utama. Meskipun kebijakan ini disambut baik oleh berbagai pihak, tantangan pemerataan kualitas guru dan fasilitas di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) tetap menjadi fokus utama yang perlu diatasi pemerintah agar dampak kebijakan ini benar-benar inklusif.

Login IG