Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD, Mendikdasmen: Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global.
Pemerintah menjadikan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib di SD. Mendikdasmen menyatakan langkah ini bertujuan menyiapkan lulusan Indonesia berdaya saing global melalui Kurikulum Merdeka.
Jakarta, JClarity – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran (Mapel) wajib pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia. Keputusan strategis ini diambil sebagai respons atas tuntutan era globalisasi yang semakin kompetitif, dengan fokus utama untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki daya saing internasional sejak dini.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), [Nama Pejabat Fiktif atau Kementerian yang Relevan], dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (17/10/2025). Menurutnya, penguasaan Bahasa Inggris bukan lagi sekadar keterampilan tambahan (added value), melainkan sebuah kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap peserta didik untuk membuka akses pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja global.
“Langkah ini merupakan bagian integral dari pembaruan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada penguatan literasi dan numerasi, kini diperluas dengan literasi Bahasa Inggris. Kami ingin anak-anak Indonesia akrab dengan bahasa global sejak usia dini, sehingga transisi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dunia kerja menjadi lebih mulus,” jelas Mendikdasmen. Kebijakan ini akan mulai diimplementasikan secara bertahap, dengan target seluruh SD telah mengadopsi status wajib pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Meskipun ditetapkan sebagai mapel wajib, fokus pembelajaran akan disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak, yakni lebih menekankan pada kemampuan komunikasi lisan (speaking) dan mendengarkan (listening) melalui metode yang menyenangkan dan kontekstual. Kementerian juga menyadari tantangan terbesar terletak pada pemerataan kualitas guru, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Untuk mengatasi hal ini, program pelatihan masif, sertifikasi kompetensi guru Bahasa Inggris SD, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran adaptif akan menjadi prioritas anggaran.
Lebih lanjut, Mendikdasmen memastikan bahwa penyediaan modul ajar dan buku teks yang relevan dan sesuai dengan capaian pembelajaran akan segera didistribusikan. Harapannya, dengan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib, fondasi pendidikan dasar di Indonesia akan semakin kuat, mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas di tingkat nasional, tetapi juga berani bersaing dan berkontribusi di kancah global.