Bagaimana Mikroplastik Terbang dan Turun Melalui Air Hujan
Mikroplastik kini menjadi bagian dari siklus hidrologi, terbang di udara dan turun melalui air hujan. Pelajari bagaimana kontaminan ini menyebar secara global dan dampaknya.
JAKARTA, JClarity – Isu polusi plastik telah meluas dari lautan dan daratan hingga merambah lapisan atmosfer. Sebuah penemuan yang semakin mengkhawatirkan menunjukkan bahwa mikroplastik (partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm) kini menjadi bagian integral dari siklus hidrologi Bumi, yang berarti mereka secara aktif "terbang" di udara dan "turun" kembali ke permukaan melalui air hujan. Fenomena ini menegaskan bahwa tidak ada lagi sudut di Bumi yang luput dari jejak sampah plastik, yang menimbulkan tantangan lingkungan dan kesehatan publik yang kompleks.
Para ilmuwan menyebut mekanisme pergerakan ini sebagai "siklus plastik" global. Mikroplastik memasuki atmosfer melalui berbagai sumber, seperti abrasi ban kendaraan, penguapan limbah tekstil dari tempat pembuangan sampah, serpihan cat yang terkelupas, dan emisi industri. Partikel-partikel ringan ini, didorong oleh angin kencang dan turbulensi atmosfer, dapat mencapai ketinggian yang signifikan dan bergerak melintasi benua, mengubah atmosfer menjadi jalur transportasi bagi polutan yang bersifat persisten ini.
Proses pengendapan kembali, atau "turun" dari udara, utamanya terjadi melalui deposisi basah—yaitu, hujan, salju, atau kabut. Dalam proses ini, partikel mikroplastik berfungsi sebagai nukleasi kondensasi, di mana uap air di atmosfer menempel padanya untuk membentuk tetesan awan atau hujan. Ini adalah proses yang sama di mana debu alami dan aerosol lainnya berperan, namun kini diperburuk oleh kontaminan buatan manusia.
Ketika hujan turun, partikel-partikel mikroplastik tersebut secara efektif 'tercuci' dari atmosfer. Proses ini, yang dikenal sebagai pembersihan atmosfer, memang menghilangkan polutan dari udara, namun konsekuensinya adalah deposisi mikroplastik secara luas di tanah, perairan, tanaman, dan bahkan kembali ke perairan. Deposisi basah ini mempercepat kontaminasi ekosistem terpencil yang sebelumnya dianggap murni, seperti yang dikonfirmasi oleh penelitian di pegunungan tinggi dan kawasan Arktik.
Penelitian menunjukkan bahwa jutaan hingga miliaran partikel mikroplastik jatuh ke permukaan Bumi setiap tahun di berbagai belahan dunia, sebuah fakta yang menyoroti skala ancaman global ini. Kehadiran mikroplastik di atmosfer dan air hujan ini memiliki implikasi serius terhadap kesehatan manusia—terutama melalui paparan inhalasi—serta potensi kontaminasi rantai makanan, ekosistem air tawar, dan kesuburan tanah.
Fenomena mikroplastik yang terbang dan turun melalui air hujan adalah pengingat yang kuat bahwa pencemaran plastik telah memasuki dimensi baru. Untuk memutus siklus kontaminasi global ini, diperlukan tindakan pengurangan polusi plastik yang signifikan pada sumbernya (hulu), termasuk inovasi dalam bahan tekstil, manajemen limbah, dan praktik industri yang berkelanjutan. Pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika pergerakan partikel ini di atmosfer menjadi kunci untuk merumuskan kebijakan lingkungan yang efektif dan mendesak.