Sains

Astronom Saksikan Awal Kelahiran Tata Surya Lain

Astronom internasional catat sejarah dengan menyaksikan momen awal pembentukan planet di sekitar bintang HOPS-315 menggunakan Teleskop JWST dan ALMA.

Jakarta · Sunday, 23 November 2025 00:00 WITA · Dibaca: 28
Astronom Saksikan Awal Kelahiran Tata Surya Lain

JAKARTA, JClarity – Tim astronom internasional untuk pertama kalinya berhasil mengamati momen paling awal pembentukan planet-planet di sekitar sebuah bintang di luar Tata Surya kita. Temuan bersejarah ini, yang dijuluki 'waktu nol' kelahiran sebuah sistem keplanetan, menawarkan jendela tak tertandingi ke masa lalu Tata Surya kita sendiri, sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

Pengamatan penting ini terfokus pada bintang bayi, atau 'protobintang', yang dikenal sebagai **HOPS-315**, yang berjarak sekitar 1.300 tahun cahaya dari Bumi, terletak di konstelasi Orion. Para peneliti berhasil mendeteksi pembentukan butiran padat pertama—mineral silikat kristal panas—yang mulai mengembun dari awan gas dan debu di sekitar bintang muda tersebut.

Menurut Profesor Melissa McClure dari Leiden University di Belanda, penulis utama studi yang hasilnya diterbitkan di jurnal Nature, penemuan ini menandai momen pertama di mana inisiasi pembentukan planet teridentifikasi di sekitar bintang selain Matahari kita. Mineral padat yang terdeteksi, khususnya silikon monoksida (SiO), merupakan bahan penyusun dasar yang kelak akan berbenturan dan menyatu membentuk 'planetesimal', cikal bakal planet berbatu seperti Bumi.

Keberhasilan observasi ini dimungkinkan berkat sinergi antara dua instrumen paling kuat di dunia: **Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST)** yang dioperasikan bersama oleh NASA, ESA, dan CSA, serta **Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA)** yang berada di Gurun Atacama, Cile. JWST awalnya mengidentifikasi 'sidik jari' kimiawi mineral tersebut, sementara ALMA mengkonfirmasi lokasi spesifiknya.

Menariknya, lokasi penemuan butiran padat di piringan protoplanet HOPS-315 berada di area yang ekuivalen dengan sabuk asteroid yang mengelilingi Matahari kita. Profesor Merel van 't Hoff dari Purdue University, yang juga merupakan rekan penulis, menyebut temuan ini sebagai 'gambar Tata Surya bayi', karena HOPS-315 sangat menyerupai kondisi saat Matahari dan planet-planet kita baru mulai terbentuk.

Sebelumnya, para astronom hanya mampu mengamati piringan protoplanet yang lebih matang, beberapa di antaranya bahkan telah membentuk planet berukuran Jupiter. Namun, HOPS-315 yang diperkirakan baru berusia sekitar 100.000 hingga 200.000 tahun menawarkan pandangan langsung ke tahap embrionik, memberikan laboratorium kosmik yang unik untuk menguji teori-teori pembentukan sistem keplanetan.

Login IG