Keuangan

APBN Defisit Rp560,3 Triliun per November 2025, Pemerintah: Masih Sesuai Target

Defisit APBN per November 2025 mencapai Rp560,3 triliun. Pemerintah melalui Kemenkeu memastikan angka ini masih sesuai target dan dalam batas aman APBN 2025.

Jakarta · Thursday, 18 December 2025 21:00 WITA · Dibaca: 36
APBN Defisit Rp560,3 Triliun per November 2025, Pemerintah: Masih Sesuai Target

Jakarta, JClarity – Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit sebesar Rp560,3 triliun hingga periode akhir November 2025. Angka defisit yang cukup signifikan ini diklaim oleh Pemerintah, melalui Menteri Keuangan, sebagai kondisi yang masih terkelola dan sejalan dengan proyeksi serta target yang ditetapkan dalam Undang-Undang APBN Tahun 2025.

Menteri Keuangan, dalam konferensi pers virtual di Jakarta pada Kamis (18/12), menyatakan bahwa realisasi defisit tersebut merupakan konsekuensi dari strategi kebijakan fiskal ekspansif yang direncanakan. “Defisit Rp560,3 triliun ini mencerminkan realisasi (sekitar) 2,75 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yang kita proyeksikan akan berakhir pada kisaran 2,8 hingga 2,9 persen PDB di akhir tahun,” ujar Menkeu. Pemerintah menekankan bahwa pengendalian fiskal tetap menjadi prioritas, meskipun belanja negara difokuskan untuk menjaga momentum pemulihan dan stabilitas ekonomi global.

Secara rinci, defisit ini terbentuk dari realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp2.350 triliun, yang utamanya didorong oleh kinerja positif penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), meskipun harga komoditas global menunjukkan volatilitas. Di sisi lain, belanja negara tercatat melonjak hingga Rp2.910,3 triliun. Kenaikan belanja didominasi oleh penyerapan anggaran yang masif di akhir tahun untuk program prioritas nasional, termasuk akselerasi proyek infrastruktur strategis, realisasi penuh bantuan sosial (Bansos) sebagai bantalan ekonomi masyarakat, serta transfer ke daerah yang optimal.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu menambahkan bahwa pembiayaan defisit sejauh ini telah dilakukan secara pruden, terutama melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) baik di pasar domestik maupun internasional. Strategi pembiayaan utang ini diklaim tidak menimbulkan tekanan berlebih pada pasar keuangan dan tetap menjaga rasio utang pada batas yang aman dan berkelanjutan. Pemerintah optimistis, dengan sisa waktu satu bulan di tahun 2025, kinerja APBN akan tetap solid dan ditutup sesuai dengan skenario yang telah disusun, tanpa perlu adanya revisi mendesak terhadap target defisit.

Login IG