Keuangan

Ancaman Inflasi: Harga Pangan Melonjak, BI Tahan Suku Bunga di 6,25% Hari Ini

BI menahan suku bunga acuan di 6,25% hari ini di tengah lonjakan harga pangan domestik yang memicu ancaman inflasi. Langkah ini diambil untuk stabilitas Rupiah.

JAKARTA · Thursday, 13 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 51
Ancaman Inflasi: Harga Pangan Melonjak, BI Tahan Suku Bunga di 6,25% Hari Ini

JAKARTA, JClarity – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berakhir hari ini. Keputusan strategis ini diambil di tengah meningkatnya ancaman inflasi, yang didorong oleh lonjakan harga komoditas pangan domestik, berbanding lurus dengan upaya bank sentral untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dari tekanan global.

Kenaikan harga pangan, yang masuk dalam komponen Volatile Food (VF), menjadi sorotan utama dalam dinamika inflasi saat ini. Komoditas vital seperti beras, cabai, dan bawang tercatat mengalami kenaikan harga yang signifikan di berbagai daerah. Faktor pemicu utama kenaikan ini, menurut laporan BI, adalah gangguan sisi suplai akibat kondisi cuaca yang ekstrem serta kendala logistik dan distribusi. Meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara umum masih terkendali dalam target, risiko inflasi dari kelompok bahan makanan kian meninggi dan memerlukan perhatian serius.

Gubernur BI, dalam konferensi pers, menegaskan bahwa penahanan suku bunga pada level 6,25% merupakan langkah *preemptive* dan *forward-looking*. Kebijakan ini, kata BI, bertujuan utama untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, yang terus tertekan oleh tingginya ketidakpastian kebijakan suku bunga global, terutama dari The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Dengan menahan suku bunga, BI berupaya mengelola ekspektasi inflasi dan memitigasi risiko inflasi impor.

BI menilai, kebijakan moneter yang ketat saat ini penting untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dan berada dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada akhir tahun. Sementara kebijakan moneter fokus pada stabilitas, BI akan terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi (TPIP dan TPID) untuk mengelola risiko kenaikan harga pangan melalui penguatan produksi dan efisiensi rantai pasok. Pasar kini menunggu sinyal lebih lanjut dari bank sentral terkait potensi perubahan kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi domestik dan global.

Login IG