Sains

Analisis Terbaru Menyatakan Nanotyrannus Bukan Anak Dinosaurus T-rex.

Analisis fosil terbaru, termasuk 'Dueling Dinosaurs', memastikan Nanotyrannus lancensis adalah spesies dewasa terpisah, bukan versi remaja dari T-rex, mengakhiri perdebatan puluhan tahun.

Jakarta · Sunday, 02 November 2025 12:00 WITA · Dibaca: 55
Analisis Terbaru Menyatakan Nanotyrannus Bukan Anak Dinosaurus T-rex.

JAKARTA, JClarity – Sebuah misteri paleontologi yang telah berlangsung selama puluhan tahun mengenai status taksonomi dinosaurus karnivora kecil, Nanotyrannus lancensis, tampaknya telah mencapai titik terang. Analisis komprehensif terbaru terhadap spesimen fosil terkemuka menyimpulkan bahwa Nanotyrannus adalah spesies dewasa yang berbeda, bukan versi remaja dari Tyrannosaurus rex (T-rex) yang jauh lebih besar.

Studi ekstensif yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature pada akhir Oktober 2025 ini secara efektif menepis hipotesis yang telah dipegang oleh banyak ahli paleontologi selama hampir empat dekade. Penelitian ini dipimpin oleh Lindsay Zanno, Kepala Divisi Paleontologi di North Carolina Museum of Natural Sciences, dan James Napoli, seorang doktor di bidang paleontologi vertebrata.

Fokus utama analisis adalah spesimen fosil yang dijuluki "Dueling Dinosaurs" (Dinosaurus Berduel), yang menampilkan seekor predator dan seekor Triceratops. Predator tersebut, yang sebelumnya diyakini sebagai T-rex muda, kini diidentifikasi sebagai individu dewasa dari spesies Nanotyrannus lancensis.

Untuk mengonfirmasi status kedewasaannya, tim peneliti menggunakan analisis cincin pertumbuhan mikroskopis pada tulang, yang dikenal sebagai histologi tulang. Hasilnya menunjukkan bahwa individu tersebut, yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun saat mati, telah mencapai kedewasaan kerangka penuh, dan cincin pertumbuhannya semakin merapat di bagian luar, sebuah indikasi bahwa laju pertumbuhannya melambat secara signifikan—ciri khas hewan yang mendekati ukuran maksimumnya, bukan remaja yang sedang mengalami percepatan pertumbuhan.

Selain itu, tim Zanno menemukan sejumlah perbedaan anatomi kunci yang tidak konsisten dengan pola pertumbuhan T-rex. Nanotyrannus teridentifikasi memiliki lengan yang lebih besar, moncong yang lebih sempit, jumlah gigi yang lebih banyak, ekor yang lebih pendek, serta pola saraf dan sinus yang berbeda pada tengkorak. Ciri-ciri ini, menurut para ahli, adalah fitur yang membedakan spesies secara konsisten, dari bayi hingga dewasa.

Perbandingan ukuran juga menunjukkan perbedaan mencolok. Saat dewasa, Nanotyrannus diperkirakan memiliki panjang tubuh 5 hingga 5,5 meter dengan berat sekitar 700 hingga 1.500 kilogram. Angka ini hanya sekitar sepersepuluh dari massa tubuh dan setengah panjang T-rex dewasa, yang bisa mencapai 8.000 kilogram atau lebih.

Temuan ini didukung oleh penelitian lain yang dirilis pada awal tahun 2024 oleh Dr. Nick Longrich dari University of Bath dan Dr. Evan Saitta dari University of Chicago. Mereka menyajikan 158 fitur yang berbeda antara spesimen Nanotyrannus dan T-rex, serta mengidentifikasi fosil tulang frontal yang terpisah sebagai milik T-rex remaja, yang menunjukkan ciri-ciri khas T-rex dewasa meskipun ukurannya kecil. Penemuan fosil T-rex remaja yang valid ini semakin memperkuat argumen bahwa Nanotyrannus adalah spesies yang terpisah.

Pengakuan Nanotyrannus sebagai spesies yang valid, *N. lancensis*, mengubah pemahaman tentang ekosistem pada periode Kapur Akhir. Alih-alih satu predator puncak yang mendominasi, seperti yang disarankan oleh hipotesis T-rex remaja, temuan ini mengindikasikan lingkungan yang lebih beragam dengan setidaknya dua jenis tiranosaurid yang menempati peran ekologis yang berbeda—di mana Nanotyrannus kemungkinan merupakan predator yang lebih ramping, cepat, dan lincah.

Meskipun demikian, perdebatan dalam komunitas paleontologi belum sepenuhnya berakhir. Beberapa ahli, termasuk Thomas Carr, tetap berhati-hati dan mempertanyakan interpretasi temuan tersebut. Namun, para peneliti studi terbaru meyakini bahwa bukti anatomi dan pertumbuhan yang detail ini memberikan konfirmasi paling kuat bahwa Nanotyrannus layak diakui sebagai 'tiran kecil' yang mandiri.

Login IG