Sains

Analisa DNA Baru Ini Bikin Teori Asal-usul Kucing Ditulis Ulang

Analisis DNA nuklir baru merevisi teori asal-usul kucing domestik. Kucing ternyata berasal dari Afrika Utara dan baru menyebar ke Eropa dalam 2.000 tahun terakhir.

Jakarta · Friday, 05 December 2025 07:00 WITA · Dibaca: 22
Analisa DNA Baru Ini Bikin Teori Asal-usul Kucing Ditulis Ulang

Jakarta, JClarity – Sejarah domestikasi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia, kucing, kini harus ditulis ulang. Sebuah studi paleogenomik skala besar yang dipimpin oleh University of Rome Tor Vergata dan diterbitkan baru-baru ini telah mengguncang teori lama yang menyebut kucing domestik berasal dari Levant atau Bulan Sabit Subur.

Analisis DNA terbaru menunjukkan temuan yang mengejutkan: nenek moyang kucing domestik modern, yang berasal dari spesies kucing liar Afrika (*Felis silvestris lybica*), tampaknya baru menyebar ke Eropa dan Asia Timur secara signifikan dalam kurun waktu 2.000 tahun terakhir, ribuan tahun lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya. Temuan ini secara tegas merevisi anggapan sebelumnya yang menempatkan kedatangan kucing domestik ke Eropa bersamaan dengan migrasi petani Neolitik sekitar 9.600 SM.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Claudio Ottoni, memeriksa 225 spesimen kucing kuno dari hampir 100 situs arkeologi di seluruh Eropa dan Anatolia. Dengan menganalisis 70 genom purba, mereka menemukan bahwa kucing yang memiliki nenek moyang domestik baru muncul di Eropa sekitar abad ke-1 Masehi dan seterusnya, menandai era Antikuitas Klasik.

Ottoni menjelaskan bahwa data DNA nuklir ini memberikan gambaran yang lebih akurat dan mengungkap adanya ‘ketidakselarasan mitonuclear’ (*mitonuclear discordance*) dengan data DNA mitokondria (yang diturunkan dari induk) dari studi-studi sebelumnya. Sebelumnya, analisis DNA mitokondria memang mendukung penyebaran awal bersama petani Neolitik, namun analisis genomik yang lebih komprehensif kini membongkar kelemahan dalam teori tersebut.

“Penyebaran kucing domestik (dengan genom *lybica*) baru muncul di Eropa sekitar 2.000 tahun lalu, pada masa Antikuitas Klasik,” kata Ottoni. Ia menambahkan bahwa peradaban Mediterania pada milenium pertama SM memainkan peran besar, dengan penyebaran yang dimungkinkan melalui jalur perdagangan darat dan laut, kemungkinan besar berasal dari kucing domestik Mesir. Tunisia disebut-sebut sebagai salah satu kemungkinan pusat asal-usul penyebaran ini.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa proses domestikasi kucing adalah proses yang jauh lebih kompleks dan berlarut-larut dari yang dibayangkan. Kucing liar Afrika pada awalnya mungkin sangat adaptif terhadap lingkungan manusia, yang memungkinkan mereka berkembang di berbagai konteks urban dan suburban, berevolusi bersama manusia dalam peran mereka sebagai pengendali hama. Meskipun lokasi pasti 'awal mula' domestikasi yang memicu penyebaran masih sulit dipastikan, temuan ini secara signifikan memajukan pemahaman kita tentang waktu dan jalur penyebaran *Felis catus* ke seluruh dunia.

Login IG