Aliran Modal Asing Rp 3,79 Triliun Keluar Indonesia dalam Sepekan
Modal asing keluar dari Indonesia mencapai Rp 3,79 triliun dalam sepekan terakhir, didorong aksi jual SBN dan saham akibat sentimen 'risk-off' global. BI stabilkan Rupiah.
JAKARTA, JClarity – Bank Indonesia (BI) mencatat adanya arus modal asing keluar (capital outflow) yang signifikan dari pasar keuangan domestik, mencapai Rp 3,79 triliun selama periode sepekan terakhir. Eksodus dana ini terutama didorong oleh sentimen kehati-hatian investor global yang cenderung 'risk-off', dipicu oleh perkembangan kebijakan moneter di negara maju.
Data transaksi BI yang dirilis pada [Tanggal Rilis Data, misalnya: Jumat, 14 November 2025] menunjukkan bahwa total dana asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai angka tertinggi. Secara rinci, investor asing membukukan jual bersih (net sell) SBN sebesar Rp 2,85 triliun. Sementara itu, di pasar saham domestik, aksi jual bersih investor asing juga tercatat sebesar Rp 0,94 triliun. Angka ini mencerminkan tekanan jual yang merata di dua instrumen utama investasi portofolio Indonesia.
Kepala Departemen Komunikasi BI, [Nama Pejabat BI Fiktif/Placeholder: Bapak/Ibu Placeholder], menjelaskan bahwa arus keluar ini merupakan respons terhadap meningkatnya ketidakpastian global, khususnya setelah pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mengisyaratkan kebijakan suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama (higher for longer). “Sentimen pasar keuangan global kembali diwarnai oleh peningkatan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS, yang secara langsung membuat aset keuangan di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, kurang menarik di mata investor global,” jelasnya.
Meskipun terjadi outflow, BI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan pasar keuangan domestik melalui intervensi yang terukur. Bank sentral menyatakan akan menggunakan berbagai instrumen untuk memastikan likuiditas pasar dan memitigasi risiko volatilitas yang berlebihan. Stabilitas makroekonomi domestik, yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang resilien dan inflasi yang terkendali, diharapkan dapat menjadi jangkar untuk menarik kembali minat investor asing dalam jangka menengah.
Pemerintah dan BI terus berkoordinasi untuk memperkuat fundamental ekonomi dan menjaga daya tarik investasi. Langkah-langkah struktural, seperti reformasi kemudahan berbisnis dan pembangunan infrastruktur, dinilai krusial untuk menjadikan pasar keuangan Indonesia lebih tahan banting terhadap gejolak eksternal di masa mendatang.