Sains

Ada Supermoon Cold Moon 4 Desember, Bulan Purnama Terakhir 2025.

Fenomena Supermoon Cold Moon, Bulan Purnama terakhir 2025, akan terjadi 4 Desember. Simak waktu puncaknya, keistimewaan, dan potensi dampak banjir rob.

Jakarta · Wednesday, 03 December 2025 21:00 WITA · Dibaca: 26
Ada Supermoon Cold Moon 4 Desember, Bulan Purnama Terakhir 2025.

JAKARTA, JClarity – Langit Indonesia bersiap menyambut fenomena astronomi istimewa di penghujung tahun, yakni Supermoon Cold Moon, yang akan mencapai puncaknya pada 4 Desember 2025. Peristiwa ini bukan sekadar penampakan Bulan Purnama biasa, melainkan yang ke-12 dan terakhir, sekaligus menjadi Supermoon penutup dari rangkaian fenomena sepanjang tahun 2025.

Istilah 'Cold Moon' atau Bulan Dingin adalah nama tradisional yang diberikan oleh suku-suku asli Amerika, seperti suku Mohawk, yang mengaitkan kemunculan bulan purnama di bulan Desember dengan awal musim dingin dan suhu udara yang ekstrem di Belahan Bumi Utara. Sementara itu, fenomena 'Supermoon' terjadi ketika Bulan Purnama berada pada titik terdekatnya dengan Bumi, yang dikenal sebagai perigee. Kondisi ini membuat piringan Bulan tampak hingga 14 persen lebih besar dan 30 hingga 33 persen lebih terang dibandingkan Bulan Purnama pada titik terjauhnya (apogee).

Puncak fase purnama Cold Moon 2025 diperkirakan terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025, sekitar pukul 21.48 WIB. Namun, masyarakat Indonesia sudah dapat mengamati Bulan yang bersinar lebih terang dan lebih besar ini sejak Matahari terbenam di cakrawala timur. Pemandangan spektakuler ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, asalkan kondisi cuaca cerah dan tidak terhalang awan tebal.

Selain daya tarik visualnya, fenomena Supermoon Cold Moon ini juga akan menghadirkan konfigurasi langit yang menawan. Bulan akan membentuk pola segitiga yang indah bersama gugus bintang Pleiades dan bintang raksasa Aldebaran yang berada di rasi Taurus. Bahkan, planet Jupiter juga dilaporkan akan berada cukup dekat dengan Bulan, menambah keindahan panorama langit malam.

Masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak geofisika dari Supermoon ini. Karena berada pada jarak terdekat dengan Bumi (Perigee), gaya gravitasi Bulan yang meningkat dapat menyebabkan peningkatan pasang air laut atau yang dikenal sebagai pasang perigean (king tides). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bahwa fenomena ini berpotensi memicu banjir rob, khususnya di wilayah pesisir dengan elevasi rendah, seperti pantai utara Jawa, dengan perkiraan kenaikan pasang sekitar 20 hingga 30 cm.

Sebagai penutup rangkaian Bulan Purnama tahun 2025, Cold Moon ini menjadi kesempatan langka untuk mengamati keindahan alam semesta tanpa perlu alat bantu optik. Selanjutnya, Bulan Purnama pertama di tahun 2026 akan hadir pada 3 Januari, yang secara tradisional dikenal sebagai 'Wolf Moon' atau Bulan Serigala.

Login IG