Sains

Ada Brankas Kiamat di Kutub Utara, Isinya Kunci Selamat Manusia.

Svalbard Global Seed Vault, dijuluki 'Brankas Kiamat' di Kutub Utara, menyimpan jutaan benih sebagai kunci cadangan pangan global. Terbaru, fasilitas ini terus aktif menerima setoran benih di tengah krisis iklim dan konflik dunia.

Jakarta · Tuesday, 11 November 2025 08:00 WITA · Dibaca: 45
Ada Brankas Kiamat di Kutub Utara, Isinya Kunci Selamat Manusia.

JAKARTA, JClarity – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim ekstrem, konflik global, dan krisis pangan, perhatian dunia kembali tertuju pada sebuah fasilitas penyimpanan vital di jantung Arktik: Svalbard Global Seed Vault (SGSV) atau yang dijuluki 'Brankas Kiamat'. Terletak jauh di kepulauan terpencil Norwegia, gudang raksasa ini menjadi benteng terakhir yang menyimpan keragaman hayati tanaman pangan dunia, berfungsi sebagai kunci cadangan untuk kelangsungan hidup umat manusia di masa depan.

Fasilitas monumental ini berada di dalam perut gunung es di pulau Spitsbergen, Kepulauan Svalbard, sekitar 1.300 kilometer di luar Lingkaran Arktik. SGSV dirancang sebagai kubah anti-bencana, dibangun untuk bertahan dari krisis energi, gempa bumi, bahkan perang nuklir. Dengan kedalaman lebih dari 100 meter ke dalam gunung, brankas ini memanfaatkan lapisan es abadi (permafrost) sebagai sistem pendingin alami, menjaga benih tetap beku pada suhu ideal -18 derajat Celcius.

Sejak diluncurkan pada tahun 2008, SGSV, yang dikelola melalui kerja sama Pemerintah Norwegia, Crop Trust, dan Nordic Genetic Resource Centre (NordGen), telah mengumpulkan lebih dari satu juta sampel benih. Benih-benih ini merupakan duplikat dari koleksi bank gen nasional dan internasional dari hampir setiap negara di dunia, melindungi kode genetik vital tanaman pangan esensial seperti padi, gandum, jagung, dan ubi-ubian.

Relevansi 'Brankas Kiamat' tetap tinggi hingga hari ini. Laporan terbaru menunjukkan adanya pengiriman benih dalam jumlah besar, menjadikannya fasilitas yang terus berkembang. Pada Oktober 2024, misalnya, SGSV menerima setoran lebih dari 30.000 sampel benih baru dari 23 depositor, termasuk dari wilayah yang dilanda konflik seperti Palestina dan Sudan, menyoroti peran pentingnya dalam mengamankan ketersediaan pangan di tengah krisis global. Pada Februari 2024 juga tercatat setoran benih dalam jumlah rekor dari kontributor baru. Selain itu, brankas ini pernah digunakan antara 2015 hingga 2019 untuk mengambil kembali koleksi benih yang rusak akibat perang di Suriah, membuktikan fungsinya sebagai “cadangan” terakhir.

Meskipun dijuluki anti-kiamat, fasilitas ini tidak sepenuhnya kebal terhadap tantangan. Pada tahun 2017, air lelehan dari mencairnya permafrost yang disebabkan oleh pemanasan global pernah masuk ke terowongan pintu masuk sepanjang 15 meter. Insiden ini memaksa Pemerintah Norwegia melakukan perbaikan dan peningkatan teknis yang signifikan, termasuk pembangunan dinding anti-air dan perkuatan sistem drainase untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Tantangan ini menjadi pengingat nyata bahwa bahkan benteng teraman dunia pun menghadapi dampak langsung dari perubahan iklim. Namun, dengan adanya upaya pembaruan dan setoran benih yang terus berlanjut, SGSV memastikan bahwa kunci genetik untuk ketahanan pangan global tetap tersimpan aman untuk generasi mendatang.

Login IG