Pendidikan

5 Siswa Luka Berat Masih Dirawat dan Puluhan Lainnya Boleh Pulang Usai Ruang Kelas SMKN 1 Gunung Putri Ambruk

5 siswa SMKN 1 Gunung Putri Bogor luka berat dan dirawat intensif usai ruang kelas ambruk. Puluhan lainnya luka ringan dan boleh pulang. Polisi investigasi.

Bogor · Tuesday, 04 November 2025 23:00 WITA · Dibaca: 50
5 Siswa Luka Berat Masih Dirawat dan Puluhan Lainnya Boleh Pulang Usai Ruang Kelas SMKN 1 Gunung Putri Ambruk

Bogor, JClarity – Sebuah insiden tragis mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Bogor setelah atap ruang kelas di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gunung Putri ambruk pada Senin siang (3/11). Peristiwa ini mengakibatkan puluhan siswa menjadi korban, di mana lima di antaranya dilaporkan mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, puluhan siswa lainnya yang mengalami luka ringan dan syok telah diizinkan untuk kembali ke rumah mereka setelah mendapatkan penanganan medis awal.

Data terbaru dari Pusat Krisis Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa total korban luka mencapai 35 siswa. Kelima siswa yang mengalami luka serius dilaporkan menderita cedera kepala dan patah tulang, dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong untuk penanganan lebih lanjut. Kepala Dinas Pendidikan setempat telah mengonfirmasi bahwa kondisi mereka berada dalam pemantauan ketat tim medis, dan pihak sekolah serta pemerintah daerah akan menanggung seluruh biaya pengobatan.

Kepolisian Resor Bogor segera merespons kejadian tersebut dengan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah diterjunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dugaan awal penyebab ambruknya struktur bangunan kelas tersebut mengarah pada faktor usia bangunan yang sudah tua serta minimnya perawatan berkala. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur sekolah.

Gubernur Jawa Barat, melalui juru bicaranya, menyampaikan keprihatinan mendalam dan menginstruksikan agar seluruh sekolah di wilayahnya, terutama yang berusia di atas 10 tahun, segera melakukan audit infrastruktur secara mandiri. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SMKN 1 Gunung Putri tidak terganggu, pihak sekolah dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah menyiapkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara, sekaligus menunggu hasil rekomendasi dari tim ahli mengenai kelayakan sisa bangunan.

Login IG